Kampung Halaman yang tak Kunjung Terumuskan

Raudal Tanjung Banua
kr.co.id

DISADARI atau tidak, kampung-halaman telah menjadi ikon tersendiri dalam jagad sastra Indonesia. Tidak hanya sebatas ungkapan ekspresi sebuah karya, namun masuk lebih jauh lagi ke dalam wacana dan gerakan sastra kita, dari dulu hingga sekarang. Dulu misalnya, ada gerakan sastra kembali ke akar yang mengidealkan keragaman karya sastra lewat muatan atau warna lokal. Akar dan lokal, secara simbolik dan geografik merujuk kampung-halaman. Continue reading “Kampung Halaman yang tak Kunjung Terumuskan”

PERNYATAAN SIKAP FORUM PEDULI BUDAYA ALAM MINANGKABAU (F-PBAM)

Setelah membaca dan mencermati laporan pertunjukan Teater Sakata di Harian Jogja, Senin, 4 Mei 2009, halaman 12 berjudul “Pentas 3 Perempuan: Angkat Konflik Perempuan di Rumah Gadang” ide dan sutradara Tya Setiawaty, Sabtu, 2 Mei 2009, bertempat di Studio Teater Garasi Yogyakarta, kami menemukan kejanggalan yang sangat fatal dalam paragraf pertama laporan tersebut, yakni pada kalimat: Apalagi, adat Minangkabau yang memperbolehkan perkawinan poliandri, satu perempuan menikah dengan banyak laki-laki. (dokumentasi terlampir) Continue reading “PERNYATAAN SIKAP FORUM PEDULI BUDAYA ALAM MINANGKABAU (F-PBAM)”

Talaud, Porodisa di Ujung Laut

Raudal Tanjung Banua
tempointeraktif.com

Di bawah hujan lebat, tepat pukul 17.00 waktu setempat, KM Ratu Maria tujuan Melonguane yang saya tumpangi perlahan bergerak meninggalkan pelabuhan Manado. Hari itu Rabu, awal Mei 2010. Pasar ikan, gereja, mercusuar, tiang jembatan, pertokoan, dan rumah-rumah mulai pudar di kejauhan, tertutup tirai hujan. Dari ruang nakhoda, seorang pendeta memimpin doa bagi keselamatan pelayaran. Continue reading “Talaud, Porodisa di Ujung Laut”

Eksotika Kerbau Rawa di Danau Panggang

Raudal Tanjung Banua
tempointeraktif.com

Nagara-Daha unik, kaya pesona, dan memiliki banyak peninggalan bersejarah. Kota kecil di atas rawa itu merupakan pertemuan dua sungai besar di Kalimantan Selatan, Sungai Nagara dan Alai. Dulu Nagara-Daha pusat awal Kerajaan Banjar dengan patih terkenal Lambung Mangkurat. Posisinya sangat strategis; tempat pelintasan kapal-kapal dari kuala ke pedalaman. Kedua sungai ini juga bertemu langsung dengan Sungai Kapuas yang terentang sampai Kalimantan Tengah dan Sungai Barito yang melewati Kota Banjarmasin. Continue reading “Eksotika Kerbau Rawa di Danau Panggang”

Bahasa ยป