Di Kaki Pulau Sulawesi… Etos Kerja Para Transmigran Bali, Jembrana dan Emas Bombana…

Raudal Tanjung Banua
balipost.co.id

CATATAN ini saya tulis dengan ingatan kepada sebuah buku karya seorang pemikir Bali, I.B. Agastya ”Di Kaki Pulau Bali”. Entah kenapa buku tipis penuh makna itu tiba-tiba melintas di benak saya, ketika saya mulai menapak Pulau Sulawesi. Barangkali karena buku tersebut mampu mengurai pentingnya sejumlah hal terkait ”kaki Pulau Bali”, mencakup kawasan Pecatu, Uluwatu, Nusa Dua dan sekitarnya. Continue reading “Di Kaki Pulau Sulawesi… Etos Kerja Para Transmigran Bali, Jembrana dan Emas Bombana…”

Kenangan dalam Bus

Raudal Tanjung Banua
lampungpost.com

AKU merantau, seolah semuanya telah menjadi lampau. Tapi tidak. Semuanya baru dimulai ketika ingatanku terasa bangkit kembali di sepanjang jalan yang kulalui. Telah aku seberangi selat dan kulewati kota-kota, dalam sebuah bus tua yang berderak sepanjang jalan, sepanjang siang dan malam. Meskipun dioper bus tiga kali, tetap bus tua juga yang akhirnya membawa diriku dari kota ke kota. Continue reading “Kenangan dalam Bus”

Hiperealitas Otonomi

Raudal Tanjung Banua
Lampung Post, 30 Juli 2011

OTONOMI daerah merupakan impian untuk meretas kehidupan sosial-politik yang lebih adil dan bermartabat. Tak kurang 30 tahun lamanya Indonesia pernah merasakan sumpeknya sistem sentralistik. Maka, dalam era reformasi sistem desentralisasi dianggap tepat mengatasi dampak-dampak yang memusat, mulai tak meratanya pembangunan, luputnya pengadaan infrastruktur penting suatu kawasan, kecilnya anggaran belanja daerah, sampai soal posisi dan daya tawar kepala daerah yang selalu didrop dari “atas”. Continue reading “Hiperealitas Otonomi”

Kenapa Pemerintah Menuai Sorotan?

Raudal Tanjung Banua
lampungpost.com

Tulisan ini mengusung sebuah pertanyaan retorik: Kenapa pemerintahan yang dikomandoi SBY-Boediono akhir-akhir ini selalu menuai sorotan? Sebut saja sorotan masyarakat atas ketidakpastian hukum Centurygate, harga kebutuhan pokok melambung, keamanan kian rawan, perdagangan bebas kian menyengsarakan, akrobatik penegakkan hukum, korupsi kian menjadi serta berkuasanya para mafia peradilan. Continue reading “Kenapa Pemerintah Menuai Sorotan?”

Bahasa »