PERSEMBAHAN KEABADIAN

Judul Buku : Sahibul Hikayat al Hayat
Pengarang : KRT. Suryanto Sastroatmodjo
Pengantar : Nurel Javissyarqi
Jenis Buku : Kumpulan Prosa
Penerbit : PUstaka puJAngga
Tebal Buku : xxiv + 144 hlm; 14 x 20 cm
Peresensi : Imamuddin SA

Seberapa jauh perjalanan hidup manusia? Seberapa lama ia hidup untuk sesamanya? Seberapa kuat ia dikenang oleh generasinya? Pertanyaan-pertanyaan itu yang mesti direnungkan jauh lebih dalam bagi setiap orang. Continue reading “PERSEMBAHAN KEABADIAN”

Jakarta Sebelum dan Sesudah Soeharto

Imam Muhtarom *
jawapos.com

Buku karya Abidin Kusno ini menunjukkan bagaimana kota melalui bangunan arsitekturnya merupakan representasi politik yang sedang berjalan dan secara bersamaan juga menginginkan model partisipasi publiknya. Pada zaman pemerintahan Soekarno, Jakarta harus tampak sebagai kota modern dengan meninggalkan sekaligus menghapus gambaran kota kolonial sebelumnya, baik semasa Belanda maupun semasa Jepang. Kemodernan Jakarta ini ditandai dengan pendirian Hotel Indonesia beserta pancuran air yang legendaris di kawasan Jalan M. Thamrin, Senayan, Monumen Nasional, dan Gedung Perintis Kemerdekaan. Continue reading “Jakarta Sebelum dan Sesudah Soeharto”

Jangan Dibaca, Ngakak Saja

Doan Widhiandono*
http://www.jawapos.co.id/

BETUL, jangan baca buku ini! Sebab, isinya memang bukan tulisan, bukan rangkaian huruf dan jalinan kata yang harus dibaca. Materi utama buku karya Iwan Nurdianto alias Iwan Iwe ini adalah gambar kartun yang dinikmati dengan cara dilihat. Jumlahnya 139 buah. Dan, sesuai judul buku, penulis berharap bahwa buku tersebut bisa membuat pembacanya meledak dalam tawa alias ngakak.

Sejatinya, tugas Iwan Iwe dalam buku ini tak mudah: menertawakan (baca: menyebabkan tertawa) orang yang kian pelit dengan tertawa. Iwan Iwe harus menguraikan urat-urat tawa masyarakat sekarang yang begitu kusut sehingga tawa menjadi barang yang langka. Continue reading “Jangan Dibaca, Ngakak Saja”

Bahasa ยป