Kisah Pemburu Cinta

S.Jai
http://ahmad-sujai.blogspot.com/

INI malam ke ribuan kali. Orang-orang tua itu menghajar mejanya dengan kartu. Bukan untuk mengenang masa silam yang kelam karena matanya, pikirannya cuma tertahan pada angka enam. Kakek-nenek itu tanpa bosan membariskan domino melukis totol macan. Tiada yang diacuhkan. Yang penting malam berlalu tanpa harus tahu untuk apa sebenarnya melaju. Continue reading “Kisah Pemburu Cinta”

CALCUTTA VAN JAVA

S. Jai
http://ahmad-sujai.blogspot.com/

SINOPSIS

KASIYATI, seorang penghibur di gang mesum memutuskan melayani seorang saja tamunya. Seorang berkebangsaan Belanda, Gerritsen. Pria itu bekerja sebagai ahli mesin di perusahaan yang terancam diswastanisasi oleh negara.

Di Jawa, Gerritsen punya misi lain selain tentu saja mencukupi kebutuhan hidup Kasiyati dengan seorang putranya. Pria itu bertugas memuluskan jalan agar perusahaan itu kembali dikuasai orang Belanda. Continue reading “CALCUTTA VAN JAVA”

Estetika Realisme-Primitif, Testimoni, dan Pengutuhan Kualitas Hidup

S. Jai
http://ahmad-sujai.blogspot.com/

“Mencintai seseorang sama artinya
rela menjadi tua di sampingnya.” (Albert Camus)

TAMPAKNYA dialog yang diucapkan tokoh rekaan dalam Caligula itu, kini boleh dilontarkan siapa saja. Tak musti sahih bila dituturkan penganut kaum absurdis. Terlebih kian sulit di zaman sekarang mencari orang yang paham akan karya-karya berat Caligula, Sampar (Camus), The Waiting for Godot, Endgame (Beckett), Zarathustra (Nietzsche) dan sejenisnya. Continue reading “Estetika Realisme-Primitif, Testimoni, dan Pengutuhan Kualitas Hidup”

Sketsa, Syrup, Syahwat

S.Jai
http://ahmad-sujai.blogspot.com/

PAGI hari di halaman belakang sebuah rumah kontrakan. Separuh matahari mengintip di balik salah sebuah bangunan. Tertahan tiang-tiang jemuran. Lantas cahayanya lepas.
Terdengar kokok ayam jantan. Suara kecipak air dari bak di bibir sumur. Perempuan Kunti membilas pakaian. Siaran radio. Berita aksi demo menolak kenaikan BBM.
Suara perempuan Kunti menggergaji ranti kayu, Continue reading “Sketsa, Syrup, Syahwat”

Upaya Mengelola Spirit Neo-Primitif

Sebuah Gagasan Teater Tutur
S.Jai
http://ahmad-sujai.blogspot.com/

MENYAKSIKAN tiap bentuk pertunjukkan, seringkali kita dihadapkan pada sebuah pertanyaan—apa pesan yang dituturkan pertunjukan tadi? Lebih aneh lagi apabila pertanyaan itu kerap muncul justru di akhir pagelaran. Kalau mau jujur boleh dikata, pertanyaan semacam itu tak lebih dari pengakuan (disertai tuntutan) memperoleh kegunaan dari setiap menonton pertunjukkan. Continue reading “Upaya Mengelola Spirit Neo-Primitif”