Kursi Legislatif Penulis

Sabrank Suparno

Penulis adalah jiwa yang merdeka. Dengan menulis, kegelisahan jiwanya tak terbelenggu. Semua dapat di nukilkan dalam tulisan. Demikian juga hasil karya sebuah tulisan, kontruksi model kepenulisannya tidak jauh dari biografi penulisnya: teknik penulisan, pilihsn diksi, penuangan alur ketika menghanyutkan karya pada sebuah arus tertentu. Continue reading “Kursi Legislatif Penulis”

Ma’iyah: Kepemimpinan Bani Syari’at

Memoar I Padhang mBulan 26 Juli 2010

Sabrank Suparno

Sepeninggal bapak pluralisme (KH. Abdurrahman Wahid), para sejarawan mulai me-nganalisa rumusan pemikiran baru. Rumusan baru itu ditarik berdasarkan gelombang waktu yang mengalami padatan momental. Dimana warna kepemimpinan yang berhasil dan membuat nama besar kerajaan, ditandai dengan lahirnya sosok pemimpin dari kalangan bawah. Continue reading “Ma’iyah: Kepemimpinan Bani Syari’at”

ZIARAH MANDAR, ZIARAH SASTRA, ZIARAH NUSANTARA

Sabrank Suparno

Apa yang melebar dari sekedar acara remeh bedah buku? Tanggal 14 Juli 2010 lusa, komunitas Geladak Sastra meneruskan estafet agenda sastranya yang ke-4 : membedah Kumpulan Cerpen Zirah Mandar karya Bustan Basir Maras : cerpenis kelahiran Mandar Sulawesi Barat : propinsi termuda di Indonesia. Enam belas kumpulan cerpen itu dibedah 3 aktor penggiat sastra : Abdul Malik (pengelola Balai Belajar Bersama Banyumili, Mojokerto), Nasrul Ilaihi (Cak Nas) Continue reading “ZIARAH MANDAR, ZIARAH SASTRA, ZIARAH NUSANTARA”

PUNCAKNYA ABAD PENGECUT

Sabrank Suparno

Ada pergeseran metode (cara belajar) baru di jama’ah ma’iyah. Ini dapat kita tarik dari cara penyampaian Cak Nun pada forum pencerahan di berbagai tempat sebelumnya, baik Padhang Mbulan, BBW dan lain-lain. Kalau pada forum-forum sebelumnya Cak Nun dan beberapa pembicara yang hadir berpresentasi dengan dasar orientasi “kesimpulan,” tetapi sejak tertanda pengajian Padhang Mbulan tanggal 02 Nopember 2009 kemarin, pokok-pokok pembahasannya di dasarkan atas riset dari permasalahan para jama’ah. Continue reading “PUNCAKNYA ABAD PENGECUT”

Haflah Maiyah Sebagai Titik Koordinat Explorasi

Sabrank Suparno

Satu lagi keunikan yang digebyakkan oleh Jama’ah Ma’iyah. Keunikan yang selalu muncul mendudul kelayakan sejarah.Yakni sebuah kreatifitas yang merujuk balik dari ide-ide nyeleneh yang seolah menjadi ciri khas gerakan Ma’iyah . Keunikan nyeleneh inilah yang selalu ditunggu Jama’ah Ma’iyah dan para pengincarnya. Mungkin dari sekian banyak ide kreatif yang telah tertuang, hal-hal semacam inilah yang membedakan antara model forum yang dipakai Jama’ah Ma’iyah dengan forum-forum lain di Indonesia. Continue reading “Haflah Maiyah Sebagai Titik Koordinat Explorasi”

Bahasa »