MATA SIAPA
seperti awan makin pekat
makin gelap makin padat
kian berpetir kian berkilat
seolah kacakaca yang rapuh
tetes pertama nyaris runtuh Continue reading “Sajak-Sajak Kurniawan Yunianto”
MATA SIAPA
seperti awan makin pekat
makin gelap makin padat
kian berpetir kian berkilat
seolah kacakaca yang rapuh
tetes pertama nyaris runtuh Continue reading “Sajak-Sajak Kurniawan Yunianto”
KAMPUNG KUNING
Saat menulis buku itu dia kehabisan bahan. Maka dengusnya: “Aku minta bahan anak-anak, kenduri, pedagang tikar, perantau dan para jawara yang menumpang kereta kelinci!” Tapi, kau mau meminta pada siapa?
Barangkali pada dermaga, atau pada para tekong yang selalu menawarkan kreditnya. Juga pada pelancong yang menyukai ibu tua, gua onik, bumbung aren, kenong batu dan tambak berlapis? Continue reading “Sajak-Sajak Mardi Luhung”
cetak.kompas.com
Babi Merah Jambu
untuk Agus Suwage
Barangkali buluku sepantas sutera, tapi sungguh aku enggan bercermin. Sebab pantulanku akan terlihat suci, dan aku tak suka bersaing dengan mereka yang beriman.
Bangun sebelum fajar itu, aku masuk ke dalam sisa tidurmu, menyaru sebagai penghibur berpupur putih lesih dan bermoncong merah jambu dan berhujah betapa kau terlihat bahagia di antara para musuhmu. Continue reading “Sajak-Sajak Nirwan Dewanto”
PEMBERANGKATAN MALAM
bukan doa ataupun mantra
yang kuselipkan di sebalik bantal
hanya secarik kertas yang tadinya
lama tersimpan di saku baju
kumal dan usang
mestinya sudah kubakar bertahun lalu
tapi urung saat terlihat
ada alamat yang akhirnya kusadari
sebagai tempat yang
bertahuntahun kurindukan
untuk menghabiskan sisa waktu Continue reading “Sajak-Sajak Kurniawan Yunianto”
Lelaki Dan Air Mata
Kugenggam erat tangan ibu
lemas tubuh di bale-bale
menangis adik penuh segala
o, ibu
kubayang mega suria menepi
adanya ibu tangis kusimpan
kututup rapat pada ajaran
tabah tawakal berpintu surga Continue reading “Sajak-Sajak Imron Tohari”