Sajak-Sajak Mujtahidin Billah

http://sajaksufi.wordpress.com/
Pada Selembar Buku Sejarah Cinta Balqis

Cinta telah ditawan dengan pedang sukma, apa lagi yang kau lihat
pada kulit air yang mengaca dalam metafora istana itu? kau dengarkan
sayap burung hud hud menarik engsel pintu sejarah, usah pertikaikan
sangkar indah tanpa penghuni, kita teruskan saja hijrah pada negeri
yang sedia menunggunya rakyat jelata burung, negeri tanpa raja tanpa
takhta singgahsana, hanya sinar jiwa memancar setelah terbukanya
pintu istana agung, hanya Aku, tidak lagi namanya burung atau hud hud. Continue reading “Sajak-Sajak Mujtahidin Billah”

Bahasa ยป