MALAM I
Malam ini
Hujan jatuh
Mekarlah bungaku
Di taman
Ah tubuh ranummu tak jua
Mewangi. Continue reading “Sajak-Sajak Mustiar AR”
MALAM I
Malam ini
Hujan jatuh
Mekarlah bungaku
Di taman
Ah tubuh ranummu tak jua
Mewangi. Continue reading “Sajak-Sajak Mustiar AR”
Eka Kurniawan
SUATU ketika ia berdiri di depan pondokannya yang oleh tetangga sekitar dikenal dengan nama Padepokan Ngawu-awu Langit. Ia berteriak-teriak, menjerit-jerit, marah, dan tertawa dengan ekspresi aneh. Para tetangga tak mengacuhkannya sama sekali. Itu sudah biasa bagi mereka karena ia aktor yang cukup dikenal, paling tidak bagi para tetangga. Namanya, Nuruddin Asyhadie, dan bersama beberapa seniman lain, seperti Rudi Heru Sutedja dan Ikun Eska, ia mendirikan Pabrik Tontonan, sebuah kelompok seni dan teater di Yogyakarta. Continue reading “Labirin Impian”
SUARA SEPATU
Lama tak kudengar detak sepatu itu
Melewati lorong, di antara rimbun mawar dan kersik angin
Sebelum pintu dibuka kala fajar
Detak itu seirama detak jantung
Annelies yang datang dengan kereta
Melampaui ladang-ladang
Sebelum berpeluk dengan mimpi Continue reading “7 Puisi Tengsoe Tjahjono”

Eddi Koben Continue reading “MENAPAKI JEJAK JOYCE”

Jajang R Kawentar * Continue reading “BUKU PUN JADI BUBUR”