BAHASA INDONESIA DALAM PERSPEKTIF KEBHINIKAAN

(Suatu Tawaran Kajian)

Aprinus Salam *

Sebelum Bahasa Indonesia menjadi bahasa nasional, orang Indonesia berbicara dalam bahasa Ibu (dalam bahasa lokalnya masing-masing). Memang, jauh waktu sebelum itu bahasa itu mengalami lingua franca. Akan tetapi, pengertian lingua franca lebih dalam pengertian untuk digunakan dalam komunikasi formal (hubungan perdagangan). Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu itu pun juga sudah cukup jauh berbeda dengan Bahasa Indonesia yang dikenal sekarang. Continue reading “BAHASA INDONESIA DALAM PERSPEKTIF KEBHINIKAAN”

“PERCERAIAN” PROSA DAN PUISI

Makalah Kemah Sastra Medini 23 April 2016

F. Rahardi *

Sebenarnya Panitia Kemah Sastra minta saya mengulas tentang “Perkawinan” Prosa dengan Puisi. Sebab belakangan memang ada kecenderungan seperti itu. Puisi makin bernarasi, prosanya menjadi puitis. Tapi ternyata prosa dan puisi itu sebenarnya tidak pernah kawin. Mereka sekadar rindu pada masa lalu saat prosa dan puisi merupakan satu kesatuan. Continue reading ““PERCERAIAN” PROSA DAN PUISI”

Ciri Khas Bercerita dan Lokalitas Latar

Amanche Franck, Mario F. Lawi
Pos Kupang, 3 Nov 2010

SEBAGAI penulis pemula yang sering mengisi kolom imajinasi Pos Kupang, kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kemauan Saudara Yohanes Sehandi untuk memperhatikan keberadaan kami di tengah minimnya apresiasi akan karya-karya sastra koran NTT lewat kedua opininya (Membaca Cerpen Pos Kupang, PK 1/7/2010) dan (Mencari Latar NTT dalam Cerpen PK, 21/10/2010). Continue reading “Ciri Khas Bercerita dan Lokalitas Latar”

Bahasa »