Amien Kamil *
Langit hitam,
matahari beranjak pulang.
Bel tanda usai kerja pekakkan telinga, jarum jam menghentak
angka pasti, seakan kau diusir pergi. Pendingin ruang dan lampu
padam, segala berkas tugas dan komputer di meja dimatikan.
Lantas ia basuh wajahnya di toilet
Dan setelah segalanya dianggap usai, ia masih saja tak henti
mematut diri di muka kaca dan masih merasa sangsai
serta enggan pulang. Continue reading “Suatu Hari Dalam Almanak Hitam”
