Sepasang Oposisi di Sela Bunyi dan Tulisan

Hudan Hidayat

– Nama –

Teori bukanlah penjelasan menjelaskan agar kita mengerti keadaan, tetapi keadaan itu sendiri. Keadaan adalah hasil teori; keadaan adalah teori. Dengan demikian kita hidup dalam dunia teori sehingga segalanya adalah teori. Jagat raya dan isinya adalah wujudnya, dan akan selalu disertai teori di setiap geraknya. Kehidupan ini hasil teori. Wajah teori berupa “tiada” meniscayakan “ada”, berlaku universal. Continue reading “Sepasang Oposisi di Sela Bunyi dan Tulisan”

PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (11)

: PENDEKATAN PENULISAN SEJARAH

Djoko Saryono

Setiap penulisan sejarah sastra Indonesia menggunakan pendekatan tertentu sebagai sudut pemandangan dan dimensi perhatian atas bahan-bahan sejarah sasta meskipun tidak dikemukakan secara eksplisit. Dalam hubungan inilah setiap historiografi bisa ditelaah pendekatannya dengan memperhatikan historiografi itu sendiri, bukan penjelasan penulisannya. Bagaimanakah pendekatan keenam historiografi yang telah kita bicarakan sebelumnya? Mari kita menelusuri pendekatan penulisan sejarah sastra Indonesia yang terdapat dalam KBI, SSIM, ISSI, SBI I, SBI II, dan LSIM. Continue reading “PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (11)”

PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (10)

: PEMBABAKAN SEJARAH SASTRA INDONESIA

Djoko Saryono

Jakob Sumardjo dalam Lintasan Sastra Indonesia Modern I (LSIM) mengklasifikasikan babakan sejarah dan angkatan sastra Indonesia berbeda dengan Zuber Usman dalam KBI, Bakri Siregar dalam SSIM, Ajip Rosidi dalam ISSI, dan Teeuw dalam SBI. Dalam LSIM, Jakob Sumardjo mengklasifikasikan sastra Indonesia menjadi enam babakan sejarah dan angkatan sastra. Continue reading “PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (10)”

Bahasa ยป