Pram, Punk, dan Gerakan Komunitas di Blora

Abdul Malik, Fahrudin Nasrulloh

Wahai huruf??
Alangkah akan tinggi ucapan
Terima kasihku, bilalah kamu
Menjadi buku terbuka
Bagi manusia yang membacanya
(Pramoedya Ananta Toer, Menggelinding 1)

Bebaris kata-kata Pram itu terpampang di salah satu banner di bagian tengah atas yang berisi sejumlah cover novel-novel Pram, baik yang berbahasa Indonesia maupun yang berbahasa asing. Continue reading “Pram, Punk, dan Gerakan Komunitas di Blora”

Izroil dan Bunda Malin (klarifikasi dongeng Malin Kundang)

Muhammad Zuriat Fadil

And I have to be sure
When I walk out the door
O ,How I wont to break free?
(I Want to Break Free, Queen)

Hari itu Izroil sedang mendapat tugas berat, yakni mencabut nyawa seorang ibu yang dulu pernah mengutuk anaknya menjadi batu. Setelah menyelesaikan tugasnya di beberapa tempat dan waktu yang berbeda, Izroil pun kembali melesat dengan kecepatan cahaya membelah ruang menembus zaman, menuju kediaman Bunda Malin. Ibu itu rupanya sedang termenung dalam lamunan ketika Izroil sampai di depan pintu kamarnya. Continue reading “Izroil dan Bunda Malin (klarifikasi dongeng Malin Kundang)”

9 Pertanyaan untuk Helvy Tiana Rosa

: Ingin Karyanya Diterjemahkan ke 100 Bahasa

Vien Dimyati
jurnalnasional.com

HELVY Tiana Rosa, perempuan dosen dan sastrawan muda Indonesia yang telah menulis lebih dari 45 buku. Berupa kumpulan cerpen, novel, cerita anak, drama, kritik sastra, kumpulan esai, kumpulan puisi, dan sejumlah antologi.

Sosok yang tergolong cuek dan nyantai kelahiran Medan, 2 April 1970, ini kerap diundang berbicara dan membacakan karyanya di dalam negeri. Continue reading “9 Pertanyaan untuk Helvy Tiana Rosa”

Dewan Kesenian Indonesia di Depan Mata

Henri Nurcahyo
jawapos.com

Pertemuan Dewan Kesenian Tingkat Provinsi se-Indonesia di Malang, 21-23 Mei lalu sepakat untuk menindaklanjuti keputusan Kongres Dewan Kesenian se-Indonesia di Papua 2005 tentang pembentukan Dewan Kesenian Indonesia (DKI). Keputusan itu lahir dari perdebatan panjang para delegasi dari 17 provinsi yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Gagasan pembentukan DKI memang kontroversial. Sejumlah penolakan sudah muncul di arena kongres di Papua. Ketika dilangsungkan Kongres Kesenian II di Jakarta pada 2005, juga muncul unjuk rasa para seniman yang menolak pembentukan DKI. Continue reading “Dewan Kesenian Indonesia di Depan Mata”

Sepotong Bali di Tanah Belgi

Wita Lestari
http://jurnalnasional.com/

Keberadaan Taman Indonesia di Belgia akan memicu bangsa Eropa berkunjung ke sini untuk menikmati Indonesia yang sebenarnya.

KITA bersyukur punya Bali. Sampai saat ini ia bermagnet besar bagi orang asing. Utamanya bagi orang Eropa yang umumnya sangat pandai menghormati dan menghargai suatu budaya dan keindahan alam. Bukti ini dapat kita jumpai di tanah seluas 6 hektare yang dinamakan the Kingdom of Ganesha atau Taman Indonesia. Taman tersebut berada dalam kawasan Parc Paradisio yang punya luas 60 hektare. Parc Paradisio sendiri adalah kawasan kebun binatang yang dibangun oleh pengusaha asal Belgia, Continue reading “Sepotong Bali di Tanah Belgi”

Bahasa ยป