Visi Kebudayaan

D. Zawawi Imron
jawapos.com

Ada orang bertanya kepada saya tentang ”visi kebudayaan”. Saya menjawabnya dengan definisi. Tapi ia merasa malah tidak mengerti. Mungkin karena definisi itu dirasa kaku. Urus punya urus, ia ingin jawaban yang sesuai dengan yang ia pahami selama ini, bahwa visi kebudayaan itu adalah yang banyak memberi bantuan kepada kegiatan kesenian. Ada dana untuk pentas teater, lomba baca puisi, atau kegiatan seni lainnya yang dibuka oleh pejabat. Continue reading “Visi Kebudayaan”

Penghikayat Ular

Mardi Luhung
jawapos.com

Adam, berapa tahun kita terusir? Apa 100, apa 1000, apa 2000 tahun? Kita lupa bukan? Tak apa. Yang pasti, perut kita telah menggelambir. Rambut merontok. Dan sebagian gigi menghitam. Menghitam seperti hati kita yang begitu lama dipanggang oleh matahari yang merendah. Matahari yang menghanguskan ingatan yang berlompatan. Continue reading “Penghikayat Ular”

Stasiun

Aris Kurniawan
http://www.lampungpost.com/

INGATAN tentang kehilangan, kepergian, sesuatu yang mencemaskan, menjadi lampau, dan dilupakan, acap menerjang perasaannya saban ia sampai di stasiun kereta api. Kau akan melihat perempuan itu di antara kerumun orang-orang yang menanti kereta dengan pandangan penuh kepedihan yang memupus harapan tentang kepulangan, rumah, dan kehangatan. Jajaran pohon cemara, hamparan kerikil, batangan rel yang memanjang sampai titik terjauh, bentangan sawah, gedung sekolah masa remajanya di ujung sana serupa instalasi kepiluan yang membuat cedera di rongga batinnya makin menganga. Continue reading “Stasiun”

Alibasyah

Gunawan Maryanto *
jurnalnasional.com

Jika saja tidak ada peristiwa pelemparan batu yang hampir mengenai kepalanya 19 tahun yang lalu, mungkin sekarang Alib adalah seorang seniman, bukan loper koran yang akan mengantarkan cerita ini kepadamu di suatu pagi di hari Minggu.

Alibasyah adalah anak tunggal Bude Niti, penjual barang-barang bekas di kampung kami. Alib, demikian kami memanggilnya, hanya tinggal berdua bersama ibunya. Ayahnya tinggal di tempat lain bersama isterinya yang lain. Aku memanggilnya Pakde Agus. Continue reading “Alibasyah”

Pembelajaran Kontekstual, Membumikan Kearifan Lokal…

Harapan Pengukuhan Jati Diri dengan Pendekatan Budaya…

I Putu Sudibawa

Beranda

SENIOR saya, I Nyoman Tingkat, dalam ulasan di rubrik ini mengingatkan saya untuk selalu membumikan kearifan lokal dalam aktivitas saya sebagai guru. Saya kembali teringat dengan apa yang didengungkan oleh Depdiknas untuk selalu ber’kontekstual’ dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang selalu mengkaitkan berbagai macam isu yang berkembang di lingkungan sekitar dengan topik bahasan yang akan dikaji. Continue reading “Pembelajaran Kontekstual, Membumikan Kearifan Lokal…”

Bahasa ยป