Thersites

Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/

Demokrasi dimulai dengan seorang buruk muka yang dipukul punggungnya. Namanya Thersites, tokoh yang tak banyak dikenal dalam puisi Iliad karya Homeros dari sekitar abad ke-9 Sebelum Masehi.

Dalam kisah para raja dan pangeran yang membawa ribuan prajurit untuk berperang mengalahkan Kota Troya ini Thersites dilukiskan sebagai ?lelaki paling jelek? dalam pasukan. Kakinya lemah sebelah, pundaknya melengkung, rambutnya tinggal beberapa helai di ubun-ubun. Tapi yang menyebabkan ia dicatat dalam Iliad adalah ?lidahnya yang tak terkendali?. Ia mengecam mereka yang berkuasa. Continue reading “Thersites”

Djenar dan Paradoks Masyarakat Kita

Asep Sambodja
sinarharapan.co.id

Belum genap setahun, buku kumpulan cerpen Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu) “selanjutnya disingkat JMMK” karya Djenar Maesa Ayu sudah mengalami cetak ulang keempat sejak diterbitkan pertama kali pada Januari 2004. Ini termasuk sesuatu yang luar biasa dalam penerbitan buku karena bisa mengalahkan buku pelajaran dalam hal cetak ulang. Di sampul halaman depan buku ini tercantum sebuah catatan singkat, “untuk pembaca dewasa”. Continue reading “Djenar dan Paradoks Masyarakat Kita”

Umar Kayam: “Saya Merasa Jadi Bagian dari Dagelan”

Umar Kayam
Pewawancara: I G.G. Maha Adi, Wicaksono, Hermien Y. Kleden,
majalah.tempointeraktif.com

Umar Kayam adalah gambar multidimensi. Dilihat sepintas, boleh jadi menarik, dipandang lama-lama, yang lebih menarik ternyata ada di bawah permukaan. Di dalam diri pria ini, yang sedang menyongsong hari jadinya yang ke-67, berpadu berlapis-lapis matra yang kualitasnya telah teruji oleh waktu, pengalaman, dan juga, mestinya, kematangan. Continue reading “Umar Kayam: “Saya Merasa Jadi Bagian dari Dagelan””

Seni itu Memberi Ruang Redam

Ugoran Prasad (Seniman Muda dan Pekerja Teater Garasi)
Pewawancara: Mustaan
http://www.lampungpost.com/

PILIHANNYA bergelut dalam dunia seni tak sia-sia, malah membuahkan hasil gemilang. Muda dan berkarya, begitulah yang ada di benak Ugoran Prasad, pekerja sastra kelahiran Lampung yang memilih menetap di Yogjakarta.

Lama bergelut di dunia sastra, banyak karya yang telah ditelurkan dan membuahkan apresiasi, penghargaan untuk karya cerita pendek terbaik untuk Cerpen Pilihan 2005–2006, di salah satu harian nasional ternama tahun 2007, dan karya fiksi peserta Utan Kayu Literary Bienalle 2007, Komunitas Teater Utan Kayu 2007. Continue reading “Seni itu Memberi Ruang Redam”

Bahasa ยป