Ayah dan Sepotong Bulan

Laila Awalia
http://www.lampungpost.com/

“Ibu, lihat itu! Bulan itu dipotong siapa?”

Tentu, Soraya menunjuk benda setengah lingkaran dengan tangan mungilnya ketika mendongakkan kepala di bawah langit malam yang remang-remang. Ketika itu, Ayah belum pulang, maka Soraya menarik tangan bunda untuk keluar, duduk berjajar menghadap taman. Berharap mata Soraya akan segera menangkap semburat cahaya kuning dari lampu depan mobil Ayah ketika memasuki halaman depan dengan menyuarakan klakson. Continue reading “Ayah dan Sepotong Bulan”

Mata Pena Mata Hati Raja Ali Haji

Pemprov Kepri pun Meluncurkan Film Roman Melayu
Gunawan Satary
http://www.suarakarya-online.com/

Setelah melalui proses pembuatan yang memakan waktu tiga tahun, film Mata Hati Mata Pena Raja Ali Haji yang diproduseri Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) resmi diluncurkan pada Sabtu lalu. Pemutaran perdana yang bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional tersebut dilakukan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah di Studio Satu XXI Mega Mall, Batam. Continue reading “Mata Pena Mata Hati Raja Ali Haji”

Beno pun Kembali ke Jalan yang Benar

Pudyo Saptono
suarakarya-online.com

Jagad perpuisian di Kota Semarang kembali menggeliat seiring kembalinya si anak “hilang”-penyair Beno Siang Pamungkas-pada jalan yang benar, yang pernah mewangikan namanya di dunia sastra modern.

Setelah sengaja “menghilang” dan “menggelandang” di jalanan selama sepuluh tahun sebagai seorang juru warta pada sebuah stasiun televisi swasta nasional, penyair Semarang kelahiran Desa Kuncen, Kecamatan Padagangan, Kabupaten Bojonegoro, Jatim, 30 Maret 1968 ini akhirnya merasa sangat berdosa dan takut tercerabut dari akar kesenimanannya. Continue reading “Beno pun Kembali ke Jalan yang Benar”

ANTARA “GODLOB” DANARTO DAN “DAJAL” MANA SIKANA

Maman S. Mahayana

I
Membandingkan dua karya sastra atau lebih sedikitnya dua negara yang berbeda, dalam studi sastra, termasuk ke dalam wilayah sastra bandingan (comparative literature). Syaratnya antara lain adalah bahwa karya sastra yang akan diperbandingkan setidak-tidaknya mempunyai tiga perbedaan yang menyangkut perbedaan bahasa, wilayah, dan politik. Dari perbedaan inilah paling sedikit akan tersimpul bahwa perbedaan latar belakang sosial budaya (lokal, tradisi, dan pengaruh) yang melingkari diri masing-masing pengarang, akan tercermin pula dalam karyanya. Continue reading “ANTARA “GODLOB” DANARTO DAN “DAJAL” MANA SIKANA”

Bahasa ยป