BELAJAR MENULIS DARI HILMAN HARIWIJAYA

Sutejo
Ponorogo Pos

Kalau ingin menulis, kita memang dapat mengambil hikmah belajar dari siapa saja. Nah, di sinilah maka dituntut naluri pembelajar (seperti pesan bukunya Andreas Harefa) agar tegar dalam menapaki dunia kepenulisan. Salah satu penulis yang dapat digali pengalaman belajar itu adalah Hilman Hariwijaya. (Sekadar tahu: penulis Anjar, yang nama aslinya Anastasia Ganjar Ayu Setiansih mengaku sangat terinspirasi oleh Hilman ini). Continue reading “BELAJAR MENULIS DARI HILMAN HARIWIJAYA”

Dari Benyamin untuk Tuhan

Seno Joko Suyono
http://majalah.tempointeraktif.com/

Lima bocah dari lima pelosok Indonesia berkisah kepada Tuhan tentang hidup. Mengapa penggarapannya masih mirip dengan Anak Seribu Pulau?

Viva Indonesia Sutradara : Ravi L. Bharwani, Aryo Danusiri, Nana Mulyana, Lianto Luseno Produksi : Yayasan SET (Sains Estetika dan Teknologi) LIMA bocah mengirim surat kepada Tuhan, bercerita tentang hidup: Benyamin dari Lamalera, Entong dari Betawi, Rudin dari Loksado, Aseng dari Singkawang, dan Mimi dari Semarang. Episode film ini masing-masing garapan Aryo Danusiri, Ravi L. Bharwani, Lianto Luseno, dan Nana Mulyana. Continue reading “Dari Benyamin untuk Tuhan”

Realitas Kontemporer Indonesia

Catatan dari Festival Film Internasional Singapura Ke-15

Garin Nugroho*
http://www2.kompas.com/

Jagat perfilman Indonesia tengah bertabur berita gembira. Setelah di dalam negeri sejumlah film-mulai dari Jelangkung hingga Ada Apa dengan Cinta? dan Ca Bau Kan-mampu membangkitkan kembali gairah orang untuk berduyun ke bioskop, kabar gembira itu juga datang dari luar negeri.

Pekan lalu aktris Christine Hakim ditunjuk menjadi salah seorang anggota dewan juri Festival Film Cannes ke-56 di Perancis, yang akan berlangsung pertengahan bulan depan. Continue reading “Realitas Kontemporer Indonesia”

Chicklit dan Teenlit : Relativitas Kualitatif Paradigma Cerita*

Satmoko Budi Santoso
Majalah Matabaca

FENOMENA dunia perbukuan di Indonesia dikejutkan oleh booming kategori cerita chicklit dan teenlit. Setidaknya, dalam sekian tahun terakhir fenomena chicklit dan teenlit itu benar-benar menawarkan kesegaran baru dalam kaitannya dengan varian keberjamakan tema dan standarisasi buku-buku cerita.

Ditilik dari pengertian substansial yang mengarah pada aspek linguistik, chicklit terpahami sebagai sebuah karya sastra yang bersifat populer. Continue reading “Chicklit dan Teenlit : Relativitas Kualitatif Paradigma Cerita*”

Ada Apa dengan Para Sastrawan Lampung?

Dahta Gautama*
http://www.lampungpost.com/

PERKEMBANGAN dunia sastra di Lampung memasuki tahun 2000 hingga 2005 begitu gegap gempita. Setidaknya, ada 8 penyair dan cerpenis yang lahir pada rentang waktu itu. Untuk sekadar menyebut beberapa nama antara lain Jimmy Maruli Alfian, Inggit Putria Marga, M. Arman. AZ, Dyah Indra Mertawirana, Ardiansyah dan Alex R. Nainggolan. Memasuki tahun 2004 tiba-tiba ‘menohok’ seorang Lupita Lukman. Penyair perempuan ini begitu tiba-tiba langsung ‘bermain’ di koran nasional. Ada juga Y. Wobowo penyair asal Yogya yang kembali ke kampung halaman (Lampung) dan konsisten menyajikan suasana lokal dalam sajak-sajaknya. Continue reading “Ada Apa dengan Para Sastrawan Lampung?”

Bahasa ยป