Teori Baru Kontroversi Kuping Van Gogh yang Terpotong

Guardian, Nur Haryanto
http://www.tempointeraktif.com/

Vincent Van Gogh memiliki misteri dalam ketenarannya sebagai pelukis. Meski, sudah 119 tahun setelah kematiannya, pelukis post-impresionis ini masih menyisakan kontroversi dengan kupingnya yang terpotong. Dua sejarawan Jerman menyimpulkan bahwa pelukis ini tidak memotong kupingnya sendiri namun diserang oleh rekannya sesama pelukis, yakni Paul Gauguin, pelukis Prancis. Continue reading “Teori Baru Kontroversi Kuping Van Gogh yang Terpotong”

EKSPRESI POST-MODERN, MEMBELI IDENTITAS YANG HILANG

Nurel Javissyarqi*
http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/

Semua mata melihat dengan antusias seperti rasa lapar yang lama. Atau jangan-jangan anda memakai jaket tebal, agar mengeluarkan keringat sebelum jalannya cerita.

Bagaimapun pemulian sakit menuju sembuh atas serangan demam, sakit gigi atau nyeri sebab bacaan yang tidak melonggaran cakrawala fikiran. Kondisi inilah yang menentukan warna kalimah mengikuti hasrat terdalam, memeras saripati manfaat kerja. Continue reading “EKSPRESI POST-MODERN, MEMBELI IDENTITAS YANG HILANG”

Neo-Liberal

Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/

PADA suatu hari yang tak diumumkan, menjelang tahun 2009, neo-liberalisme terjerembap. Tapi lakon dengan tema ?Negara & pasar? itu tetap tak mudah diselesaikan.

Di Australia, misalnya. Kevin Rudd, perdana menteri yang berasal dari Partai Buruh, menulis sebuah esai dalam The Monthly awal tahun ini: krisis yang sekarang menghantam dunia adalah titik puncak ?neo-liberalisme? yang mendominasi kebijakan ekonomi dunia sejak 1978. Kini, masa kejayaan 30 tahun itu berakhir dengan kegagalan. Continue reading “Neo-Liberal”

Gairah Komodifikasi Sastra dan Operasi Intertekstualitas

Satmoko Budi Santoso
Media Indonesia

KESUSASTRAAN mengandung risiko menjadi trendsetter, populis, sebagaimana barang, bernilai komodifikasi. Asumsi semacam ini bisa diidentifikasi dengan maraknya estetika atau lirisisme bahasa yang dirasionalisasikan komunitas sastra tertentu sehingga memuat anasir keseragaman. Dalam konteks inilah, kekhawatiran perihal kesamaan identitas estetika karya sastra kembali muncul, karena seandainya nama pengarang ditutup, maka cita rasa estetika karya sastra yang dihasilkan nyaris sama. Continue reading “Gairah Komodifikasi Sastra dan Operasi Intertekstualitas”

Menangisi Rancage yang Lepas

Agus Sri Danardana *
lampungpost.com

Kita memang pantas menangisi Rancage yang lepas. Namun, kita akan lebih tersedu jika sastra Lampung tidak memiliki pembaca.

Berita tentang tidak diberikannya hadiah sastra Rancage kepada sastrawan Lampung tahun 2009 telah menimbulkan keprihatinan mendalam banyak pihak. Tidak terkecuali Udo Z. Karzi dan Y. Wibowo (masing-masing penulis dan direktur penerbit Mak Dawah Mak Dibingi, kumpulan puisi berbahasa Lampung penerima hadiah sastra Rancage tahun 2008) serta Panji Utama dan Christian Heru Cahyo pun melontarkan keprihatinannya. Continue reading “Menangisi Rancage yang Lepas”

Bahasa ยป