Membangun Gerakan Politik lewat Musik

Wakos R. Gautama*
http://www.lampungpost.com/

Musik mempunyai peran begitu besar dalam kehidupan manusia. Lewat musik, manusia bisa mengaktualisasikan diri. Kita bisa tahu apa yang sedang dialami seseorang hanya lewat musik yang didengarnya; apakah ia sedang sedih, gembira, jatuh cinta atau sedang patah hati.

Ketika sedang patah hati, misalnya, seorang Slankers tidak akan bosan-bosannya mendengarkan lagu Anyer 10 Maret. Atau jika Anda seorang Baladewa yang sedang rindu dengan kekasih, maka lagu Kangen bisa Anda putar berulang-ulang di MP3 player Anda. Saat terjadi bencana tsunami di Aceh, Untuk Kita Renungkan atau Berita Kepada Kawan milik Ebiet G. Ade menjadi lagu wajib di televisi. Continue reading “Membangun Gerakan Politik lewat Musik”

Intimasi Puisi Penyair Metro

Binhad Nurrohmat*
http://www.lampungpost.com/

Metro merupakan kota dengan kompleksitas kultural. Kota ini dibangun 1930-an dalam rangka Politik Etis Pemerintah Kolonial Belanda di Hindia-Belanda.

Masyarakat dari beragam suku besar di Pulau Jawa dan Pulau Bali dengan bekal cangkul, bajak, sapi, kerbau, palu, dan paku diseberangkan kapal Kolonial Belanda ke wilayah ini untuk membangun kota multikultur. Pendatang membawa tradisi agama, bahasa, niaga, bersawah, dan berladang. Pribumi tetap berkebun lada, cengkih, dan merica. Continue reading “Intimasi Puisi Penyair Metro”

Teks, Pembaca, Interpretasi

Bandung Mawardi*
http://www.lampungpost.com/

Pemikiran Roland Barthes dalam The Death of the Author (1968) mengandung implikasi bahwa pembaca menemukan otoritas besar memainkan interpretasi dalam membaca atau mencari-merumuskan otonomi pembaca tanpa beban hantu pengarang. Otoritas pembaca dengan kematian pengarang itu memberi risiko atas mekanisme dan parameter kesahihan interpretasi. Risiko membaca terkadang menentukan nasib teks sastra dalam konteks eksistensi dan esensi. Continue reading “Teks, Pembaca, Interpretasi”

Tabung Oksigen Ketiga dari Pidi Baiq

Judul buku: Drunken Mama, Keluarga Besar Kisah-Kisah Nonteladan
Penulis: Pidi Baiq
Pengantar: Prof. Bambang Sugiharto
Penerbit: DAR! Mizan, Februari 2009
Tebal: 216 halaman
Peresensi: Denny Ardiansyah*
http://www.lampungpost.com/

Untuk ketahuilah bersama alangkah hidup ini menakjubkan, sungguh menakjubkan. Sayang sekali kalau hidup bagimu hanya sekadar untuk menghirup oksigen. (Pidi Baiq, Drunken Mama; hlm. 116–117) Continue reading “Tabung Oksigen Ketiga dari Pidi Baiq”

Bahasa ยป