Kandungan ‘Gizi’ Puisi Jimmy

Choirul Muslim*
http://www.lampungpost.com/

SETIAP membaca buku puisi, terkadang saya menikmatinya sebagai proses mencerna makanan. Ada laku fisik sebagai awal untuk memenuhi kebutuhan dalam diri, “kebutuhan metafisik” kalau boleh menyebutnya. Puisi adalah bongkahan gizi, yang hanya berguna ketika kita mampu mencerna dan menyerapnya ke dalam tubuh menjadi konstituen kesadaran batin pembaca. Jika tidak dicerna, puisi hanya lewat utuh di dalam tubuh, seperti musang memakan buah kopi. Dalam hal ini puisi dianggap bukan gizi, dibuang bersama feses diri. Continue reading “Kandungan ‘Gizi’ Puisi Jimmy”

Melacak Asal Usul Orang Lampung

Febrie Hastiyanto*
http://www.lampungpost.com/

SEBAGIAN (besar) masyarakat Lampung percaya bila mereka berasal dari Sekala Brak, Lampung Barat. Sekala Brak pertama kali dihuni suku bangsa Tumi. Setelah kedatangan empat umpu dari Pagaruyung sekitar abad XV atau XVI, yakni Inder Gajar bergelar Umpu Lapah di Way, Pak Lang bergelar Umpu Pernong, Sikin bergelar Umpu Nyerupa, Belunguh yang bergelar Umpu Belunguh, dan seorang putri Indarwati bergelar Puteri Bulan terjadi migrasi Sukubangsa Tumi ke berbagai penjuru. Yakni hampir seluruh wilayah Lampung, hingga ke Sumatera Selatan bagian selatan dan pantai utara Banten. Dari Sekala Brak ini kemudian lahir sembilan keturunan (kebuayan) besar yang berkembang menjadi puluhan marga. Continue reading “Melacak Asal Usul Orang Lampung”

Ruang Dialog

D. Zawawi Imron
jawapos.com

”Kenapa kau memasang gambarku di belakang fotomu pada baliho-baliho di tepi-tepi jalan itu?” tanya kiai kepada putranya pada era kampanye pemilu sebulan yang lalu.

”Supaya perolehan suara saya lebih banyak lagi. Orang-orang yang cinta dan hormat kepada ayah akan mencontreng nama saya, karena saya putra ayah.” Continue reading “Ruang Dialog”

Sirkus Api Natasja Korolenko

Triyanto Triwikromo
http://www.jawapos.com/

AKU tak tahu mengapa Natasja Korolenko selalu menyebut rumah Virginia Grey di Jalan Denison, Bondi Junction, sebagai penjara para binatang. Setahuku tak ada satu hewan pun di dalam bangunan berarsitektur liar dalam balutan warna permen itu. Akan tetapi, sehabis berpesta Vodka semalaman denganku, perempuan Moskow yang senantiasa ingin dipanggil sebagai Pelagia Nilovna itu selalu mengigau dan bilang, setiap memasuki kamar-kamar atau toilet di rumah Virginia, kau akan mendengar harimau mengaum, ular mendesis, atau keributan seribu tikus hitam yang menjijikkan. Continue reading “Sirkus Api Natasja Korolenko”

Sapto Raharjo dan “Kewirausahaan Alternatif”

Satmoko Budi Santoso *

SENIMAN Sapto Raharjo yang merupakan salah satu ikon budaya Yogya telah meninggal dunia pada hari Jumat 27 Februari 2009 lalu. Tentu saja, hal tersebut merupakan fakta otentik yang tak dapat diganggu-gugat. Setelah sekitar dua minggu dirawat di rumah sakit akibat “penyakit dalam” yang dideritanya, akhirnya Sapto Raharjo pun berpulang kepada Tuhan. Banyak hal yang ia tinggalkan sebagai hikmah dan sepantasnya mendapatkan kelayakan apresiasi. Continue reading “Sapto Raharjo dan “Kewirausahaan Alternatif””

Bahasa ยป