Blues untuk Karna

Ganug Nugroho Adi *
oase.kompas.com

(1)
AKU tak juga mengerti ketika sore itu tiba-tiba saja ia menemuiku dan mengaku sebagai ibuku. O, perempuan dengan sepasang mata kelam, siapakah dirimu?

“Aku Kunti. Akulah perempuan yang melahirkanmu bertahun lalu. Bukan Rada ibumu. Ia hanya seorang istri kusir kereta yang menemukanmu dari sungai itu.” Continue reading “Blues untuk Karna”

Caleg Pilihan

Imam Nawawi Mar’ah
http://www.suarakarya-online.com/

Aku menyesal menghabiskan sisa umur di bangku kuliah sampai pendidikan S3. Sudah yang ke tujuh kalinya mayat di temukan dengan kepala terpenggal di aliran arus sugai. Namun tetap saja tidak bisa bantu menghentikan peristiwa kematian beruntun itu dengan bekal pengetahuan yang aku miliki. Mungkin sebagai adat istiadat, aku maklumi saja jika para lelaki di tempatku beradu kekuatan dan kejantanan lantaran istri mereka selingkuh dengan orang lain. Continue reading “Caleg Pilihan”

Puber Kedua

Riz Koto
http://www.suarakarya-online.com/

“Permisi, Om…” Kalimat itu menjadi pemukul puncak deguban jantungku yang sejak tadi, sejak dia kulihat di ujung jalan, berjalan menuju rumah orangtuanya persis di depan rumahku.
“Yaaa…,” jawabku pelan dan lembut sambil memandangi senyum dan sikapnya yang sopan, hormat, dan tampak kikuk. Continue reading “Puber Kedua”

Sastra dan Spiritualitas (1)

Yudi Latif
http://www.kompas.com/

Heaven and earth will pass away, but my words will never pass away (Mark 13: 31)
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam
(Al-Qur?an 96: 3-4)

Al-Qur?an menyebutkan bahwa hal pertama yang diajarkan Tuhan kepada manusia adalah kata/nama (QS 2:31) dan kalam (QS 96: 4). Senada dengan itu, kita temukan ungkapan dalam Bible seperti ini, ?Pada mulanya adalah Kata, dan Kata adalah Tuhan. Juga dikatakan bahwa ?Kata adalah Cahaya, dan ketika cayaha itu fajar, seluruh penciptaan mewujud?. Continue reading “Sastra dan Spiritualitas (1)”

Sastra dan Spiritualitas (2)

Yudi Latif
http://www.kompas.com/

Sastra-Tulis dan Spiritualitas
Ketika tradisi lisan beralih ke tradisi tulisan, para mistikus dan penulis kreatif terus berusaha mempertautkan bahasa jiwa sebagai vibrasi dari semesta ini. Mereka mencoba menangkapnya dengan menerjemahkan dari bidang pengalaman dan ujaran ke bahasa tulis. Sejak itu, para pencari dan penganut keyakinan berusaha menulis dan mencari literatur spiritualitas untuk menemukan makna dan wawasan (insight). Penulisan kreatif dan literatur berperan penting dalam semua tradisi agama sebagai ekspresi dari ketuhanan. Continue reading “Sastra dan Spiritualitas (2)”

Bahasa ยป