Problem Utama Dunia Sastra Kita

Edy Firmansyah
suarakarya-online.com

Problem utama yang paling serius dalam kesusastraan kita ialah menumbuh kembangkan minat sastra pada generasi muda. Bahkan kalau perlu mencuci otak anak-anak muda menjadi setengah sastrawan. Sebab lingkungan mereka (keluarga, sekolah dan mungkin negara) sepertinya punya sikap sinis terhadap sastra dan sastrawan.

Dalam keluarga misalnya. Kebanyakan orang tua akan mengutuk diri sepanjang hidupnya kalau akhirnya kecolongan punya anak atau menantu seorang sastrawan. Sebab dimata mereka sastra adalah “bidang pekerjaan” paling gila yang pernah ada. Dan mereka yang nyemplung di dalamnya adalah “orang gila”. Continue reading “Problem Utama Dunia Sastra Kita”

Ada Apa dengan Seniman dan Birokrasi?

Dari Diskusi Federasi Teater Indonesia

Sihar Ramses Simatupang
http://www.sinarharapan.co.id/

Teguran birokrasi terhadap seniman yang meminta seniman mengubah nama Komunitas Planet Senen menjadi Gelanggang Remaja Jakarta Pusat saat membuat acara kemudian memberlakukan retribusi terhadap Sanggar Mentaya Estetika – yang sebenarnya sebuah teater yang disutradarai teaterawan Imam Ma’arif – direspons oleh sastrawan dan teaterawan Radhar Panca Dahana. Continue reading “Ada Apa dengan Seniman dan Birokrasi?”

Toto Sudarto Bachtiar

Terbaring Selamanya, Bukan Tidur Sayang?

Matdon
sinarharapan.co.id

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang

Larik sajak di atas berjudul “Pahlawan Tak Dikenal”, merupakan sajak terkenal yang ditulis sastrawan Toto Sudarto Bachtiar pada tahun 1955. Sajak itu menjadi penting bagi perkembangan sastra di Indonesia?khususnya pada tahun 1950-an. Sajak itu pun seperti tak mudah hilang dari ingatan kita ketika menjadi sajak wajib pada setiap perlombaan baca puisi tingkat sekolah. Continue reading “Toto Sudarto Bachtiar”

SEJARAH SASTRA

Kanonisasi dan yang Terlupakan
Sudarmoko *
cetak.kompas.com

Sejarah sastra Indonesia, seperti halnya sejarah sosial lainnya, masih belum memperlihatkan kondisi yang sebenarnya. Bangunan sejarah sastra Indonesia rumpang di sejumlah bagian. Ini diakibatkan oleh studi sastra yang berpedoman pada kanonisasi dan kategorisasi sastra, pengukuhan periodeisasi yang telah ditulis sebelumnya, di samping juga karena keterbatasan sumber data dan kritikus yang ada. Continue reading “SEJARAH SASTRA”

Sastra Kemerdekaan, Sastra Angkatan 45

I Nyoman Suaka
http://www.balipost.co.id/

Masih dalam suasana memperingati HUT ke-58 Kemerdekaan RI, ada baiknya menoleh sejenak seputar Proklamasi 17 Agustus 1945, relevansinya dengan sastra yang berkembang masa itu. Ketika itu, sejarah sastra Indonesia mencatat revolusi baru di bidang sastra yang populer dengan istilah sastra angkatan 45, telah lahir. Bahkan dalam perkembangan selanjutnya, sastra angkatan 45 dijuluki sastra kemerdekaan. Mengapa demikian? Continue reading “Sastra Kemerdekaan, Sastra Angkatan 45”

Bahasa ยป