Dodiek Adyttya Dwiwanto
http://oase.kompas.com/
Hei, mau dibawa ke mana aku? Halo, semuanya! Aku mau dibawa ke mana? Hei, semuanya!
Kok, tidak ada yang mendengar ya? Apa suaraku kurang keras? Padahal biasanya teriakanku cukup lantang. Puluhan tahun yang lalu, saat masih gadis, aku pernah ikut jadi Pasukan Pengibar Bendera. Jadinya yang namanya teriak, sudah sering aku lakukan. Apalagi kemudian saat menikah, aku memiliki empat anak, dua di antaranya lelaki yang nakalnya minta ampun. Kalau aku tidak berteriak-teriak, mereka tidak akan berhenti bermain. Tidak akan mau pulang ke rumah, meski hari telah magrib. Continue reading “SERENADA SEBUAH PERPISAHAN”
