Puisi-Puisi Mujtahidin Billah

http://www.sajaksufi.wordpress.com/
Hangatnya Pertemuan

ketiadaanMu adalah keberadaanku
sepi karenaMu tlah ramaikan kesendirianku
jauhnya jarak tlah lapangkan hati saat mendekat

dan dapat kusaksikan
indahnya kesendirian
dalam dekapan gerimis dan hangatnya pertemuan

dapatkah kau dengar bisikanku
aku ingin kembali
karena di sini pun slalu kutitpkan rindu pada lambaian angin
yang akan mengabarkan betapa cinta ini begitu utuh
bahkan dalam kesendirian ini pun masih dapat berdetak hidup

nun jauh disana, mungkin kau tengah menerima sepucuk rinduku
dan tersenyum pada langit biru malam hari
semua jelas tersampaikan oleh bintang yang bersinar terang
dan bulan yang pucat pasi redup dalam purnama
di sanalah kulukis wajahMu yang memikat

dan semua itu dapat kusaksikan
indahnya bersamaMu
dalam dekapan gerimis dan hangatnya pertemuan.

WAJAH TUHAN

“Tuhan itu sesuai persangkaan hambaNya”

Dulu ada hamba yang menyangka Tuhan itu API yang membara …
maka ya iya….Tuhan si hamba itu adalah API yang membara
lahirlah agama Majusi

Dulu ada hamba yang menyangka Tuhan itu PATUNG yang gagah…
maka ya iya..Tuhan si hamba itu adalah PATUNG yang gagah…
Lahirlah agama penyembah berhala…

Dulu ada hamba yang menyangka TUhan itu Matahari
ya iya..Tuhannya Matahari

Dulu ada hamba yang menyangka Tuhannya itu sinar yang cemerlang…
ya iya, Tuhannya ya sinar yang cemerlang itu…

Terus semua bentuk-bentuk persangkaan materi itu berubah

Ada yang menyembah Kresna,
Ya iya, kresna itulah Tuhannya

Ada yang menyembah Tuhan Yesus,
Ya iya Yesus itu Tuhannya…

Ada yang menyembah Allah…
Tapi mereka memiliki persangkaan yang bermacam-macam
Ya Allah sesuai persangkaan mereka itu yang mereka sembah, yang mereka Tuhankan

Ada yang berprasangka Allah itu Maha Pemaksa
Ya Jabbar…
Ya itu yang akan ditemuinya.
Allah Yang Maha Pemaksa…

Ada yang berprasangka Allah itu Maha Penyiksa
Ya itu yang akan ditemuinya
Allah Yang Maha Peyiksa

Ada yang berprasangka Allah itu Maha Besar..
Ya itu yang akan ditemuinya
Allah Yang Maha Besar

Ada yang berprasangka Allah itu Maha Penerima Taubat…
Ya itu yang akan ditemuinya
Allah Yang Maha Penerima Taubat

Ada yang berprasangka Allah itu Maha Kasih dan Maha Sayang…
Ya itu yang akan ditemuinya..
Bahwa Allah Maha Kasih dan Maha Sayang

Sebab itulah,
bagi orang-orang tasawuf
yang ada hanyalah bersyukur

Bagaimana tidak,
Semua yang dialami adalah benar2 wujud Kasih dan Sayang Allah pada dirinya
Dan memang hanya Wajah kasih SayangNya yang selama ini ia temui..
Dan hanya Wajah Kasih SayangnYa yang Ada bagi dirinya…

Ma Yasya’u
Ma Yasya’u

Ma Yasya’u
Ma Yasya’u

Ma Yasya’u
Ma Yasya’u

Tak Perlu Judul

Tak perlu judul untuk mengungkap rasa di dada,
Tak perlu kata untuk mengungkap sesak di dada,

Setelah sholat ghoib dikerjakan,
Seakan berlari….berebut…
Berpuluh orang berebut mengangkatnya,
Keranda suci yang menjadi tempat terakhir jasadmu,

Tak ingin kulepas beban berat dari keranda sucimu,
tak akan kulepas beban berat dipundak dan dihatiku,
tak mau aku masuk ke dalam hatiku,
Aku takut ndak kuat menahan gejolak rinduku padamu.

Kuingat,
betapa beban berat dipundakku kini,
tentu ….
tak seberat bebanmu dalam membimbingku,

beban berat di dadaku kini,
tentu…..
tak seberat beban ruhanimu dalam mendidikku,

Kumasuki latar pemakaman para wali,
tempat orang-orang yang sudah berpuluh tahun mengabdikan hidupnya,
untuk Yang Maha Hidup,

Basah dan kotornya lumpur yang melekat pada kaki dan tubuhku,
Terasa sejuk dan bersih,
Lebih Suci dari pada diriku yang masih kotor ini,
Basah dan lekatnya lumpur kuburmu,
terasa lebih bersih dari hati ini yang masih sering mambantahmu,

Keranda sucimu dibuka,
harum minyak dan bunga tak dapat mengalahkan,
bau harum perjuanganmu,
Tubuh yang tiap harinya bersama Penciptamu,
kini dikembalikan pada Ibu pertiwi,
asal sumbernya,

Tanah secangkul-secangkul di buang menutupi jasadmu,
bersama tertutupnya jasmanimu,
bersama terbukanya kenanganku bersamamu,

Dadaku semakin sesak,
aku memohon,
aku memohon,
kuatkanlah bendunganku,
menahan gejolak air bah yang menghantamku,

kubacakan do’a-do’a yang pernah engkau ajarkan,

kuusap pusaramu,

dan kutinggalkan….

aku tak berani menoleh lagi,

kaki terasa berat,
hati terasa berat,
seluruh tubuh seakan tak mau ku ajak pergi,

Selamat jalan Pejuang Kebenaran,
Selamat jalan pejuang ilahi,

ijinkanlah satu ketika,
aku kembali berada disampingmu,
dan mendengarmu berkata,

“Tidak ada yang wujud kecuali yang Maha wujud”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *