http://www.suarakarya-online.com/
Rani yang Bertanya
Rani yang masih di kamarnya
Rani yang masih di mimpi kanaknya
Rani yang tak biasa di pagi harinya
Rani yang jalan-jalan di imajinasinya Continue reading “Puisi Puisi Abdul Wachid B.S.”
http://www.suarakarya-online.com/
Rani yang Bertanya
Rani yang masih di kamarnya
Rani yang masih di mimpi kanaknya
Rani yang tak biasa di pagi harinya
Rani yang jalan-jalan di imajinasinya Continue reading “Puisi Puisi Abdul Wachid B.S.”
nasional.kompas.com
Kereta Bergerbong Tiga Setengah
rel kereta api yang melingkar-lingkar di tubuhku
berujung di sebuah stasiun tua di pinggiran kota
tempat para penggali kubur berpesta pora
menyatap hidangan sisa anjing-anjing liar
bersama para pelacur yang dari tubuhnya
meluncur kereta-kereta bergerbong tiga setengah Continue reading “Puisi-Puisi Adi Toha”
http://oase.kompas.com/
Rindu
sebuah gitar di sudut kamar bernyanyi pilu kepada
tutup jendela dan goyangan pintu
menyapa angin yang hanya ingin berlalu saja
kemana ia pergi mencari sepi? Continue reading “Puisi-Puisi Bernard S. Y. Batubara”
Riki Dhamparan Putra *
cetak.kompas.com
“…musuh puisi adalah tidak utuhnya pemahaman dalam diri penyair.”
Pablo Neruda, 1971
Tiga ihwal telah mendominasi panggung wacana dan memengaruhi perilaku bersastra kita sejak lama. Pertama: ajeg lokal, kedua: pornografi, dan ketiga: akrobat bahasa. Ajeg lokal adalah istilah yang saya lokalkan dari istilah yang sekarang sedang populer: lokalitas. Continue reading “Puisi Indonesia dalam Tiga Ihwal”
H. Usep Romli H.M.
http://www.pikiran-rakyat.com/
Penyair sufi dan puisi sufistik, merupakan bagian tak terpisahkan dari khasanah kekayaan literatur Islam, sejak abad pertama Hijrah, hingga masa sekarang ini. Walaupun sufisme (paham sufi), masih tetap merupakan kontradiksi dan khilaf (pertentangan) di kalangan para pemikir Islam itu sendiri. Nama-nama ulama besar seperti Abdurahman al Jauzi (abad ke-9 M), Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qayyim al Jauziyah (abad ke-13 M), dan banyak lagi pengikutnya, berada di garis terdepan dalam menentang sufisme, yang mereka anggap pantheistik yang merusak sendi-sendi tauhid. Serta pengabaian tata cara ibadah ritual (hablum minallahi), baik waktu maupun cara. Continue reading “Penyair dan Puisi Sufi”