
Bandung Mawardi Continue reading “Nama Asing dan Terang Sejarah”
Menembak Banteng
F. Rahardi
Kompas, 26 Sep 1993
Bulan September. Suhu udara kota Jakata di siang hari sangat panas. Cuaca berdebu. Gemuruh. Asap knalpot berhamburan di mana-mana. Namun suasana di ruang kerja Jenderal Purnawirawan Basudewo tak terpengaruh udara pengap kota Jakarta. Ruangan itu bersih, sepi dan sejuk. Berada di ketinggian gedung berlantai 23 di Jalan Jenderal Sudirman, suasana kantor itu sangat nyaman. Musik instrumentalia, AC sentral, lukisan Basuki Abdulah, beringin hidroponik dan lantai beralaskan karpet yang empuk dan lembut. Telepon berdering. Continue reading “Menembak Banteng”
KAMPUNG DEUSTA
Jordaidan Rizsyah
Itu adalah perkampungan kecil jauh dari teknologi zaman. Berada di lereng gunung, di tengah hutan belantara. Penduduknya kurang dari 50 orang yang masing-masing terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak buta huruf. Continue reading “KAMPUNG DEUSTA”
Akhir Perjalanan Seorang Sastrawan Indonesia O’Galelano
Atau Muhammad Idrus Djoge (17 Nov 1940 – 1 Agu 2012)

M. Adnan Amal * Continue reading “Akhir Perjalanan Seorang Sastrawan Indonesia O’Galelano”
Tentang Buka-buka Baju Itu
Bambang Bujono
Majalah Horison, Nomor 2 tahun XI, Peb 1976
Tanggapan atas kecaman Gubernur Ali Sadikin tentang adegan telanjang yang dilontarkan dalam memberi sambutan penutupan “Festival Desember” 10 Januari yang lalu, datang dari berbagai pihak. Tulisan-tulisan Indonesia O’ Gelelano(IOG), Virga Belan (VB), Ras Siregar (RS), S. Rahardjo Rais (SRR) dan beberapa lagi ternyata menarik: tulisan-tulisan ini tak hanya berbicara perkara “buka baju” saja, namun ada juga yang lain. Continue reading “Tentang Buka-buka Baju Itu”
