PENYAIR MATJALUT

Taufiq Wr. Hidayat *

Pada suatu petang, jalanan itu telah ditinggal pergi sang penyair. Bersama tasnya yang kumal. Celana, baju kusut. Rambut yang panjang yang tak pernah dipotong atau diatur oleh kekuasaan. Ia pergi. Akan ke mana. Entah. Lampu-lampu. Dan bunga-bunga ungu merekah. Langkah demi langkah. Kemudian tak tahu lagi ke mana langkah akan dibawa, meninggalkan luka hati, dan kerinduan panjang yang tak terjelaskan. Continue reading “PENYAIR MATJALUT”

Tidak Ada yang Bisa Kuceritakan Kepadamu Selain Kesedihan dan Pesakitan

Muhammad Yasir

Entah berapa kali lonceng gereja yang berjarak dua ratus kaki dari toko buku kami itu berbunyi dalam sejam. Setiap pagi, siang, dan sore dari beranda rumah atau ruang kerjaku di dalam toko, bunyinya terdengar begitu jelas dan setiap bunyi memiliki nada dan pesan yang berbeda-beda yang sukar kuterka. Pada hari kematian nenek dan bibi, bunyinya seperti mengatakan: “Kau adalah kesedihan dan pesakitan. Jalanmu akan panjang, hingga berujung penyerahan diri!” Continue reading “Tidak Ada yang Bisa Kuceritakan Kepadamu Selain Kesedihan dan Pesakitan”

TULAH KEMARAU

Marwita Oktaviana *
Solo Pos, 21 Mei 2020

Riak-riak mendung sedang marah dan jengah, tak mau bahkan hanya mampir sebentar meneduhkan. Sudah lebih dari sepuluh bulan. Matahari sedang kasmaran menjumpai bumi tanpa jeda meski hanya sehari. Panas membara. Aku sedang berjibaku mengipas-ngipas keringat yang mengucur deras saking panasnya. Di malam hari pun tak mau beranjak, bahkan lebih gerah dari siang hari. Tidur susah, bangun susah. Istriku sedang ngomel-ngomel karena anak balita kami rewel sedari sore. Continue reading “TULAH KEMARAU”

Bahasa »