Covid-19, Momentum Kebangkitan Puisi Doa

Imam Nawawi *

Covid-19 telah memakan ribuan nyawa manusia, dan pada saat bersamaan dari rahimnya, lahir era baru: “Puisi Doa.” Semua figur publik misalkan dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa membacakan puisi berjudul Li Khomsatun, yang diyakini sebuah hizib dalam aliran tarekat Syadziliyah dan Naqsyabandiyah. Kemudian disusul Mahfud MD., yang membacakan puisi milik Chairil Anwar. Lalu bapak Menko Polhukam mengatakan, “Saya bersama para Menko, ketua DPR, DPD dan MPR, membaca puisi doa bersama.” Continue reading “Covid-19, Momentum Kebangkitan Puisi Doa”

Orasi Sastra – Kesaksian Personal

Darman Moenir *
Haluan, 27, 28, 29, 31 Agu 2015

SAYA berbahagia ber­­pidato sastra yang bersifat per­sonal pada hari ini, Sabtu, 22 Agustus 2015. Betapa lagi pidato ini harus dimulai dengan menyebut halaman Remaja Minggu Ini (RMI) Harian Haluan yang berawal pada 1976 dan ber­akhir 1999. Ruang ini jadi persemaian kelahiran sastra­wan dari Sumatera Tengah penggal kedua abad lampau. Pula, masa-masa itu menda­tangkan kenangan tersen­diri, sesudah dinamika Grup Krikil Tajam yang saya pim­pin pada 1973, berakhir. Sebelum RMI eksis, sudah ada halaman Budaya Ming­gu Ini (BMI) tiap Selasa. Continue reading “Orasi Sastra – Kesaksian Personal”

Rekayasa Sastra

Firman Venayaksa *
tempo.co, 09 Jan 2014

Perhelatan sastra Indonesia kembali menghangat. Pada 3 Januari 2013, di PDS H.B. Jassin Jakarta, Tim 8 yang terdiri atas Jamal D. Rahman, Acep Zamzam Noor, Agus R. Sarjono, Berthold Damshauser, Joni Ariadinata, Maman S. Mahayana, Nenden Lilis, dan Ahmad Gaus mengeluarkan sebuah buku berjudul 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh. Continue reading “Rekayasa Sastra”

Bahasa »