Mengakhiri Pembiaran Sastra

Taufik Ikram Jamil *
Kompas, 29 Des 2012

Jauh dari perhatian publik, akhir November lalu terjadi dua peristiwa kesusastraan yang patut mendapat catatan di Indonesia. Hanya berselang lima hari setelah pendeklarasian Hari Puisi Indonesia di Pekanbaru, 22 November, di Makassar berlangsung Pertemuan Pengarang Indonesia pada 25-27 November.

Dua peristiwa tersebut dapat dikatakan sebagai upaya pemartabatan sastra dengan segala ironi yang melatarbelakanginya. Continue reading “Mengakhiri Pembiaran Sastra”

Suparto Brata, Begawan Sastra Jawa

Tito Setyo Budi *
Kompas, 31 Jan 2016

Ada tiga nama besar yang tergolong pengarang anapas landhung (memiliki napas panjang, artinya mampu membuat cerita-cerita panjang) dalam sastra Jawa modern, yaitu Esmiet, Tamsir AS, dan Suparto Brata. Ketiganyalah yang secara bergantian mengisi lembar-lembar cerita bersambung di tiga majalah berbahasa Jawa terkemuka, yaitu Panjebar Semangat dan Jaya Baya (keduanya terbitan Surabaya) serta Djaka Lodang (terbitan Yogyakarta), dalam kurun waktu tiga dasawarsa, dari tahun 1960-an hingga 1980-an. Continue reading “Suparto Brata, Begawan Sastra Jawa”

Teori Sastra Slavoj Zizek

Ramayda Akmal *
Kompas, 07 April 2013

Sebagai salah satu filsuf kontemporer Eropa yang terkemuka, Slavoj Zizek mulai diperbincangkan di Indonesia beberapa tahun terakhir ini. Namun, perbincangan itu masih sebatas dalam ranah filsafat, sementara ruang lingkup konsep teoretis Slavoj sangatlah luas. Slavoj melakukan kajian terhadap beragam obyek, seperti karya-karya filsafat, film, sastra, iklan, perang, wacana, syair lagu, dan video klip. Konsep dasar yang digunakan Slavoj untuk mengkaji beragam obyek tadi adalah konsep subyek dan tindakannya. Continue reading “Teori Sastra Slavoj Zizek”

Bahasa ยป