Maria Violeta dan Serenade Melancolique

Muhammad Yasir

Maria Violeta adalah seorang janda tua yang masih dan selalu tampak segar. Sepasang bola matanya berwarna cokelat-kehitaman dan selincah sepasang bola mata perempuan muda. Setiap lekuk tubuhnya hampir tidak dimakan keriput, sejengkalpun! Dalam seminggu, Maria Violeta hanya keluar rumah sebanyak tiga kali pada hari Senin, Kamis, dan Minggu untuk membuka toko vas bunga yang dia dirikan bersama mendiang suaminya – Ivan Widjaja; cucu dari seorang veteran Revolusi Surabaya 1945 – Continue reading “Maria Violeta dan Serenade Melancolique”

MORA’ATANA MORA’ABINANGGA

MATRA KOMPLEKSITAS PADA NERACA KEHIDUPAN ORANG KAILI

Hudan Nur *

Sulawesi Tengah khususnya Palu memiliki ragam tersendiri untuk menjaga keseimbangan alam seiring perjalanan bumi yang semakin menua. Diakui atau tidak, Palu (masih) beranjak remaja ke arah Megapolitan. Terlepas dari adat dan keseharian orang kaili, Kota Teluk Palu memiliki eksotitas yang khas dibandingkan daerah lain di Indonesia (umumnya) sebab Palu terlahir dari alam yang membentangkan pantai, lembah, dan gunung. Kecantikan Palu yang adanya mau (tidak mau) lambat laun tercemar oleh peradaban manusia yang semakin berkembang, kini Palu mulai mengenal lipstik dan beberapa jenis kosmetik luar. Kota ini terhunus kemajuan, ditambah lagi manusia yang makin egois dalam memanfaatkan alam. Continue reading “MORA’ATANA MORA’ABINANGGA”

Lembaran-lembaran Lepas Fatah Yasin Noor (II)

Fatah Yasin Noor

Lembaran 11

Kita telah lama melupakan komitmen, kawan. Kita sekarang tidak konsisten dengan cita-cita. Apa yang telah banyak menyita waktu kita sehari-hari? Menangislah untuk sebuah kekalahan ini: sisa hidup yang menipis, dan daya ingat yang juga semakin melemah. Kita malu pada Goenawan Mohamad, Daoed Joesoef, dan YB Mangunwijaya. Pandangan dan nilai-nilai hidup yang bagaimana lagi yang harus kita miliki untuk bisa “bahagia”? Continue reading “Lembaran-lembaran Lepas Fatah Yasin Noor (II)”

Bahasa »