
Peresensi: Adib Baroya * Continue reading “Dari Anakronisme sampai Etiket Bahasa”
Lima Capil F. Rahardi
TONGGAK PERPUISIAN INDONESIA ITU GENAP 80 TAHUN
CUCI TANGAN
Taufiq Wr. Hidayat
Tentu saja, mencuci tangan di sini bukan agar terhindar dari pandemi. Tetapi memang ada orang yang kegemarannya cuci tangan. Ia selalu cuci tangan, sebentar-sebentar cuci tangan. Seno mengisahkannya dalam sebuah cerita “Orang yang Selalu Cuci Tangan” (Kompas, 20 Mei 2013). Continue reading “CUCI TANGAN”
Puisi-Puisi D. Zawawi Imron
Beduk I
Jawa Pos, 14 Sep 2008
Beduk dan kokok ayam bersahutan dinihari
Mengolah ufuk timur merentang senar-senar cahaya
Gita dari getar gitar hidupku
Beduk itulah yang memanduku tersenyum
agar senyumku tak terhapus usia Continue reading “Puisi-Puisi D. Zawawi Imron”
Dari Puisi, Sebuah Planet Tercipta!
: (sebuah catatan proses penciptaan puisi)
Amien Kamil *
Apapun bentuknya, setiap karya seni mencoba untuk memvisualisasikan ide, sekaligus cermin dari refleksi pengalaman batin. Karya yang tercipta tak hanya aksi reaksi terhadap apapun yang muncul ketika karya tersebut baru sekedar ide. Setiap penyair haruslah betul-betul merenungkan dan menimbang serta memutuskan setiap kata, tanda baca, ejaan, idiom, simbol, serta irama yang tepat, entah itu berupa metafora ataupun sejumlah tanda-tanda yang mewakili suasana batinnya. Continue reading “Dari Puisi, Sebuah Planet Tercipta!”

