: Yang “Mencari Rumah Nenek Moyang di Tiongkok” Itu Berusia 89 Tahun dan Bugar

Imelda Bachtiar * Continue reading “Myra Sidharta”
: Yang “Mencari Rumah Nenek Moyang di Tiongkok” Itu Berusia 89 Tahun dan Bugar

Imelda Bachtiar * Continue reading “Myra Sidharta”
Santi T.
pelitaku.sabda.org
Tidak gampang untuk mendapatkan karya sastra yang memuat unsur Kristen di dalamnya. Bahkan, dalam rak perpustakaan gereja pun belum tentu ada. Jika kita membaca artikel-artikel dalam internet mengenai topik ini, kita akan menemukan sebuah polemik yang pernah terjadi di antara para penulis terkemuka di Indonesia mengenai “Kristen dalam Sastra Indonesia” pada awal tahun 1970-an. Continue reading “Karya Kristiani di Dunia Sastra Sekuler”
Taufiq Wr. Hidayat *
Sahdan padan suatu malam, Nazaruddin Hoja mencari sebiji jarum di bawah lampu di halaman rumahnya. Padahal jarum yang dicarinya tersebut terjatuh di dalam kamar.
“Kenapa Anda mencari jarum di bawah lampu?” tanya seseorang.
“Karena di kamar saya gelap!” jawab Nazaruddin Hoja mantab. Continue reading “MALAM 29 RAMADAN DI NDALEM KIAI SUTARA”
Jadid Al Farisy *
Iqrolibrary, 8 Mei 2020
Diantara ramai lalu lalang kendaraan di jalan kawasan pasar kliwon kota kecamatan, ada hal yang cukup menyita perhatian banyak orang termasuk aku yang sedang memarkir sepeda di tepi jalan karena menunggu istri berbelanja di dalam pasar. Seorang bapak tua tak dikenal tampak membagi-bagikan sesuatu pada setiap orang yang dijumpainya. Continue reading “SEBUAH PESAN DI PENGHUJUNG PETANG”
Bernando J. Sujibto *
Jawa Pos, 13 Mei 2018
Kelemahan novel ini terletak pada cerita yang monoton dan tokoh-tokoh yang dihadirkan Orhan Pamuk sangat tipikal sebagai alter ego Orhan Pamuk sendiri.
DALAM sebuah kesempatan pada Maret 2016, Orhan Pamuk pernah menuturkan bahwa dirinya ingin menulis novel pendek. Sebuah tradisi kepengarangan yang tidak akrab dengan dirinya. “Saya perlu berlari melintasi samudra,” tuturnya untuk menggambarkan sebuah upaya distingtif dari kebiasaan menulis novel-novel panjang, yang secara umum di atas 400 halaman. Continue reading “Barat-Timur dalam Mitos yang Kontras”