Sebelum St. Andrews, Malam Nanti

Sungging Raga
http://www.lampungpost.com/

SEBELUM St. Andrews, malam nanti, telah kutaburkan seribu alarm di langit Birmingham yang bersalju untuk memastikan bahwa wajahmu adalah kenyataan, seperti lalu-lalang kenangan di sela pertokoan, seperti ruap aroma makan malam yang terlempar dari sudut-sudut restoran. Dan pastikan gaunmu bisa merancang zona waktu, sebab pertemuan kita adalah estafet perjalanan, etape-etape terpisah dari tempat-tempat yang telah lama diam. Continue reading “Sebelum St. Andrews, Malam Nanti”

Sebungkus Kenangan di Carrow Road

Sungging Raga
Suara Merdeka, 25 Maret 2012

DI kota Norwich yang pendiam, orang-orang berjalan di sepanjang Carrow Road, menyaksikan bagaimana kehidupan begitu ringan seperti daun-daun mapel yang dilepaskan tangkainya, yang berserakan bersama biji-bijian yang dipungut paruh merpati. Tiang lampu yang ujungnya melengkung tertanam di sepanjang trotoar, disela oleh bangku-bangku yang saling berhadapan satu sama lain, seperti saling memandang namun tak mampu bercakap-cakap. Continue reading “Sebungkus Kenangan di Carrow Road”

Fortifikasi Keheningan

Sungging Raga
http://www.lampungpost.com/

AKU memasuki sebuah lorong panjang. Sebuah lorong yang menjadi semacam pembatas antara masa lalu dan masa depan.

Kulangkahkan kaki bersama segenap ingatanku akan kehidupan yang berjalan ke belakang. Aku baru menyadari, ternyata usia memiliki kaki yang bergerak mundur, menghitung waktu untuk terjatuh ke dalam sebuah jurang tanpa harus melihat. Dan lebih baik aku melangkah ke depan, tentu aku sudah lupa sejak kapan aku terjebak di sini. Continue reading “Fortifikasi Keheningan”

Rumah Masa lalu

Sungging Raga
http://www.lampungpost.com/

KIAN renta rumah ini, ketika kupijakkan kaki di atas tanah berkerikil, kudengar suara angin yang seolah menyambutku. Sudah berapa tahun berlalu? Seperti baru kemarin ketika aku melihatmu menyirami bunga-bunga yang sekarang entah di mana bangkainya. Pot-pot telah jadi hitam, terbakar oleh cuaca yang berganti-ganti, sementara rumput dan daun sudah menyatu, kering dan berdebu. Continue reading “Rumah Masa lalu”

Pintu Air Jagir

Sungging Raga
http://www.lampungpost.com/

“Karena yang kita lakukan selama ini tidaklah sia-sia.”

SATU

Jadi, jika tubuhmu memang benar telah hanyut di sungai itu, bukan berarti tak ada lagi yang akan menunggumu di pengujung sore di sudut desa ini. Mungkin kau sadar, ketika keheningan yang kau cita-citakan itu mulai kau rasakan, ketika tubuhmu terbelit akar-akar dan daun rumput yang bergerak seragam, kau biarkan kehanyutan itu menjadi semacam doa yang melebihi waktu, kau tempuh kesunyian seperti tanpa beban, tanpa arah, dan hanya menitipkan pesan lewat celah remah dedaunan. Continue reading “Pintu Air Jagir”