Tag Archives: Sutan Iwan Soekri Munaf

Buka Puasa Pertama

Sutan Iwan Soekri Munaf
http://www.sinarharapan.co.id/

Bi Iyem membaca catatannya. Tertulis di sana, kolang-kaling 1 kg, pisang kapok kuning satu sisir cukup besar, gula jawa 1 kg dan beberapa catatan lainnya. Dia ingat sekali pesan Nyonya Besar, bahwa hari ini pertama puasa.

?Kita harus siapkan bukaan. Tuan Besar dan Tuan Roni suka sekali berbuka puasa menyantap kolak. Bayangkan, Tuan Besar pulang dari kantor, langsung menunggu waktu berbuka bersama Tuan Roni, sambil menghirup aroma kolak. Hmmm?.Jadi kita harus sediakan kolak yang enak,? terngiang kembali pesan Nyonya Besar.

M i m p i

Sutan Iwan Soekri Munaf
http://www.suarakarya-online.com/

Selepas shalat Isya, dan dilanjutlkan terawih. Iwan mengikuti ritual ini. Saat ustad Bahrum menyampaikan khotbahnya tentang manusia yang selalu berbuat dosa akan menjadi arang bagi api neraka, roma Iwan pun tegak seketika. Ada kemirisan di wajahnya.

Terbayang oleh Iwan, betapa sebagian besar perjalanan hidupnya dilamun dosa. Baik dosa yang bermula dari gagasannya maupun dosa yang terpaksa diikutinya, karena ketiadaan sikap Iwan untuk menentang perbuatan itu.

O

Sutan Iwan Soekri Munaf
http://www.sinarharapan.co.id/

Semenjak krisis moneter itu menerjang negeri ini, runtuhlah satu demi satu bank. Termasuk dua bank tempat Anna dan Iwan bekerja. Mula-mula Anna terpaksa di-putus-hubungan-kerjakan sebagai Kepala Cabang Bank A, karena kantor pusatnya menyalurkan kredit melebihi BMPK (batas maksimal penyaluran kredit) untuk kelompok usaha bank itu.

Dua bulan setelah bank tempat Anna bekerja di-BBO-kan (bank beku operasi), terseret pulalah Bank B tempat Iwan bekerja sebagai trader valas. Bank itu dilikuidasi. Praktis dalam dua bulan, pasangan suami-istri yang tergolong eksekutif muda ini menganggur.

Sahur Hari Pertama

Sutan Iwan Soekri Munaf
http://www.suarakarya-online.com/

Membangunkan Dulah?
Rifai tampak enggan. Pasalnya, membangunkan adiknya ini seperti mengangkat batu besar yang jatuh ke dalam sumur. Alang kepalang susahnya. Tidur Dulah mirip orang mati. Jika pun terbangunkan, dia duduk sejenak di tepi ranjang dengan mata tetap tertutup, namun beberapa saat saja, sudah terlentang, melanjutkan tidurnya.

Sajak-Sajak Sutan Iwan Soekri Munaf

http://www.sinarharapan.co.id/
Tentang Banda Aceh

Begitu waktu memaku dalam berita panjang
tak ada lagi bekas sepi yang tertinggal
selain rindu pada pantai yang lengang
Di sini ada seribu kisah terdedah. Dan seribu bayang
dari yang menangkap detik dan jam ke ujung tanggal
sekejap minggu menghalau bulan menuju tahun: Hilang!