Gugatan untuk MASTERA 2006 dan Anugerah Sastra Dewan Kesenian Riau 2000 *

Yang meloloskan pengertian “Kun Fayakun” dirombak ke dalam bahasa Indonesia membentuk makna; “Jadi, lantas jadilah!” dan “Jadi maka jadilah!”

Nurel Javissyarqi

Awalnya masih menaruh pikiran positif. Di kepala seakan tertera kata-kata, “pasti pidatonya mbeneh, bukan awut-awutan,” nyata tebakan itu meleset. Pun ingin husnudzon, mungkin tak tahu sumber aslinya. Namun apakah mungkin, sastrawan terkenal yang banyak mendapati penghargaan, cuntel keilmuan? Continue reading “Gugatan untuk MASTERA 2006 dan Anugerah Sastra Dewan Kesenian Riau 2000 *”

Perburuan dan Kelincahan Metodis

Hasnan Bachtiar *

Selalu tidak ada titik temu dalam polemik sastra. Di satu sisi, ada sebagian masyarakat sastra yang menghendaki bahwa karya sastra adalah media komunikasi, sekaligus estetika. Di seberang sisi yang lain sangat berbeda. Karya sastra hendaknya dibebaskan dari beban-beban komunikatif tersebut. Karena itu, sastra adalah estetika. Sastra tiada lain hanyalah seni. Continue reading “Perburuan dan Kelincahan Metodis”

Membaca “kedangkalan” logika Dr. Ignas Kleden?

(bagian XV, kupasan pertama dari paragraf tiga dan empat)
Nurel Javissyarqi

“Esai-esai (godaan subyektivitas) Ignas Kleden, semacam obrolan menggurui, bertele-tele dengan tempo lamban, musik orang mapan (cocok bagi pemalas), seperti lagu kenangan -nglokro. Bukan keroncong atau musik klasik, meski pelan berjiwa keterlibatan. IK berjarak demi peroleh pandangan obyektif, maka yang terjadi tulisannya semi-semi ilmiah. Continue reading “Membaca “kedangkalan” logika Dr. Ignas Kleden?”

AKADEMI JAKARTA, Sutardji Calzoum Bachri Pantas Dapat Penghargaan

Susianna
suarakarya-online.com

Akademi Jakarta (AJ) kembali memberikan penghargaan kepada seniman setelah melalui argumentasi dewan juri yang terdiri dari Remy Sylado, Alfons Taryadi, Enin Supriyanto, Iman Soleh dan Karlina Supelli. Penghargaan untuk yang ke-8 kali tahun ini menetapkan Sutardji Calzoum Bachri sebagai penerimanya. Penghargaan pertama yang waktu itu berupa Hadiah Seni diberikan kepada drawawan WS Rendra AJ (1975). Continue reading “AKADEMI JAKARTA, Sutardji Calzoum Bachri Pantas Dapat Penghargaan”

Bahasa »