Membaca “kedangkalan” logika Dr. Ignas Kleden?

(bagian XV, kupasan pertama dari paragraf tiga dan empat)
Nurel Javissyarqi

“Esai-esai (godaan subyektivitas) Ignas Kleden, semacam obrolan menggurui, bertele-tele dengan tempo lamban, musik orang mapan (cocok bagi pemalas), seperti lagu kenangan -nglokro. Bukan keroncong atau musik klasik, meski pelan berjiwa keterlibatan. IK berjarak demi peroleh pandangan obyektif, maka yang terjadi tulisannya semi-semi ilmiah. Baca selengkapnya “Membaca “kedangkalan” logika Dr. Ignas Kleden?”

AKADEMI JAKARTA Sutardji Calzoum Bachri Pantas Dapat Penghargaan

Susianna
http://www.suarakarya-online.com/

Akademi Jakarta (AJ) kembali memberikan penghargaan kepada seniman setelah melalui argumentasi dewan juri yang terdiri dari Remy Sylado, Alfons Taryadi, Enin Supriyanto, Iman Soleh dan Karlina Supelli. Penghargaan untuk yang ke-8 kali tahun ini menetapkan Sutardji Calzoum Bachri sebagai penerimanya. Penghargaan pertama yang waktu itu berupa Hadiah Seni diberikan kepada drawawan WS Rendra AJ (1975). Baca selengkapnya “AKADEMI JAKARTA Sutardji Calzoum Bachri Pantas Dapat Penghargaan”

BABAD NUCA NEPA (FLORES)

Membaca “kedangkalan” logika Dr. Ignas Kleden?
(bagian XIV, kupasan ke nol dari sebelum paragraf ketiganya)
Nurel Javissyarqi

“Wahrheiten wollen erkannt und festgestellt, eben bewahrheitet sein; die Wahrheit selbst bedarf dessen nicht, sondern sie ist es, die allein bewährt, was irgend als wahr erkannt sein und gelten soll.” “Segala kebenaran maunya diketahui dan dinyatakan, dan juga dibenarkan; kebenaran itu sendiri tidak perlu akan itu, karena ialah yang menunjukkan, apa yang diketahui benar dan harus berlaku.” (Paul Natorp, Individuum und Gemeinschaft, terjemahan Dr. Mohammad Hatta). Baca selengkapnya “BABAD NUCA NEPA (FLORES)”