PUASA TANPA KETERLIBATAN

Taufiq Wr. Hidayat

Bagi Sidharta banyak hal sederhana dan apa adanya yang mengandung rahmat kehidupan. Air, debu, kerikil, gunting, kertas, angin, pohonan, apa saja yang sederhana itu membawa rahmat ketika dihayati hati yang bersyukur. Tidak semata-semata dipandang dengan ajaran, doktrin, kehendak menguasai, dan keinginan. Seribu konsep atau deskripsi perihal air, tak dapat menjelaskan air yang langsung dirasakan dan dilihat, disentuh-dihayati. Continue reading “PUASA TANPA KETERLIBATAN”

KOTA YANG MENELAN KENANGAN

Taufiq Wr. Hidayat

Waktu matahari diterbitkan, gedung-gedung menyala. Memantulkan panas dari derita petaka. Tak ada percakapan, selain mesin dan rencana-rencana kerja. Bahasa tak berkomunikasi tentang alamat pulang. Android dan laptop menyusun dunianya sendiri, menyedot manusia ke asam lambungnya yang dipenuhi tembaga dan angka. Kata sandi mengunci otak manusia. Ingatan tentang rumah dan masa kecil, disediakan lobang kubur di lambung-lambung kesibukan. Orang-orang berebut surga dengan memasak daging saudaranya. Continue reading “KOTA YANG MENELAN KENANGAN”

BULAN PUASA

Taufiq Wr. Hidayat *

Bulan puasa adalah salah satu penanda waktu yang berharga bagi pemeluk agama Islam. Penanda waktu yang membangkitkan kenangan dan kesahduan. Orang mengingat bulan puasa setahun yang lalu, mungkin 7 tahun yang lalu. Atau mengenangkan bulan puasa puluhan tahun yang lalu, ketika masih kecil, dalam sebuah keluarga yang lengkap. Dan di bulan puasa kali ini, keluarga itu sudah tak lengkap lagi. Continue reading “BULAN PUASA”

KASUNYATAN

Taufiq Wr. Hidayat *

Sahdan ketika Nabi Musa harus menjalankan tugas berat melawan Fir’aun dan membawa bangsa Israel keluar dari penindasan, Tuhan menyediakan padanya hadiah. Yakni “tanah yang dijanjikan”. Tanah yang dijanjikan Tuhan bagi bangsa Israel yang berada di bawah koordinasi Nabi Musa dalam rangka melawan kekuasaan Fir’aun dan selanjutnya membangun keberlangsungan hidup suatu bangsa dalam kedamaian. Namun Continue reading “KASUNYATAN”

ISMAYA NGEJAWANTAH

Taufiq Wr. Hidayat *

Pada setiap peristiwa, selalu ada yang tertinggal. Barangkali itu yang membuat orang mengabadikan tiap peristiwa dengan penanda. Lantaran peristiwa berlalu. Tak menetap di sini. Melainkan lekas berada di sana. Materi selalu berganti, tidak tetap. Berubah. Tidak ajeg. Bertambah. Lalu berkurang. Menyusut. Kemudian pasti hilang. Atau rusak. Rusak dalam arti manusia tak lagi menggunakannya, tak lagi membutuhkannya, tak lagi memandangnya, tak lagi memperlakukannya. Continue reading “ISMAYA NGEJAWANTAH”

Bahasa »