
Taufiq Wr. Hidayat * Continue reading “REMBULAN MERAH”
JALANAN HUJAN
Taufiq Wr. Hidayat *
Melewati jalanmu. Menurun. Tikungan yang tajam. Pohon-pohon jati dan mahoni tumbuh dalam dadamu. Proyek jalan terus memadatkan jalanmu sampai membatu. Tapi mereka menambal jalanmu dengan bahan yang tidak kokoh. Seperti memoleskan mentega di atas sepotong roti. Continue reading “JALANAN HUJAN”
PINTU
Taufiq Wr. Hidayat *
Tatkala seseorang hendak mencari hukum, ia menghadapi penjaga pintu yang berdiri sigap dan tegap di depan pintu. Dengan tegas, sang penjaga pintu yang kokoh-kekar sekokoh-kekar pintu yang dijaganya itu, mengatakan pada orang yang datang tersebut supaya dirinya menunggu di depan. Pintu hukum tertutup rapat. Continue reading “PINTU”
MALAM 29 RAMADAN DI NDALEM KIAI SUTARA
Taufiq Wr. Hidayat *
Sahdan padan suatu malam, Nazaruddin Hoja mencari sebiji jarum di bawah lampu di halaman rumahnya. Padahal jarum yang dicarinya tersebut terjatuh di dalam kamar.
“Kenapa Anda mencari jarum di bawah lampu?” tanya seseorang.
“Karena di kamar saya gelap!” jawab Nazaruddin Hoja mantab. Continue reading “MALAM 29 RAMADAN DI NDALEM KIAI SUTARA”
SUATU MALAM DI NDALEM KIAI SUTARA
Taufiq Wr. Hidayat *
Pada suatu senja, menjelang berbuka puasa di sebuah masjid, datanglah orang asing. Dengan tenang, ia menghembuskan asap rokoknya di antara orang-orang yang tengah kehausan menunggu datangnya waktu berbuka. Si orang asing menghabiskan rokoknya, lalu menghempaskan puntung rokoknya itu ke tanah. Orang-orang yang menunggu waktu berbuka memandangnya kurang suka. Diam-diam di dalam dada mereka mengutuki orang asing tidak sopan, dan tidak puasa. Continue reading “SUATU MALAM DI NDALEM KIAI SUTARA”
