Jafar M. Sidik
lampungpost.com
JIKA Ceko mempunyai Vaclav Havel dan Chile memiliki Pablo Neruda, Indonesia juga dihuni para pujangga yang mungkin sekaliber dengan keduanya dalam memotori bangkitnya kesadaran nasional dan mendedikasikan hidup untuk memberi jiwa pada masyarakat kering etik dan senjang nurani.
Seorang yang mungkin terbesar di antara itu adalah penyair dan dramawan besar kelahiran Solo, 7 November 1935, Willibrordus Surendra Broto Rendra atau lebih dikenal dengan nama W.S. Rendra. Continue reading “‘In Memoriam’ W.S. Rendra”
