Dentang Alhayat yang merdu
menyampaikan serunai pemahat rindu
Dunia damai memasrah laku
bak insan-alam berasyik-masyuk. Continue reading “PENOKOHAN DAN PEMBUNTALAN”
Menulis Puisi Itu Sangat Mahal
Acep Zamzam Noor
Pewawancara: Erwin Dariyanto
Koran Tempo, 27 Jan 2008
Acep Zamzam Noor pantas berbahagia. Penyair kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, ini dinobatkan sebagai peraih Khatulistiwa Literary Award 2007 untuk kategori puisi pada 18 Januari lalu. Acep meraih penghargaan itu melalui buku kumpulan puisi Menjadi Penyair Lagi (2007). Continue reading “Menulis Puisi Itu Sangat Mahal”
MUSIK-TARIAN KEABADIAN, V: I – LXXIV

(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Musik-Tarian Keabadian” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper
Nurel Javissyarqi *
http://pustakapujangga.com/?p=225
Bisikan hujan malam mengajakmu menari-nari membasahi seluruh tubuh,
mengguyur jiwamu bersayap beku, lantas nyalakan tungku dalam kalbu (V: I). Continue reading “MUSIK-TARIAN KEABADIAN, V: I – LXXIV”
Puisi-Puisi Imamuddin SA
EMBUN CINTA KASIH
ia kenal sapamu,
segala janji yang telah tersabda
tiada daya tak merona.
namun, setitik rasa
penyebrang sukma
pada anting-anting semesta
adalah tanda tirta
terkunci rautnya
kala kau kidung nada:
“basulah sela-sela manismu
pun takkan kupercik api di sela lentikmu” Continue reading “Puisi-Puisi Imamuddin SA”
Kopi Senja di Negeri Siti
Marhalim Zaini
Suara Merdeka, 15 Feb 2004
Siak, sungaimu menyulapku. Perempuan itu, kaurendam di dada senjamu. Pekat hitam rambutnya, setiap kali kaubasahi, tumbuh ribuan bunga kenanga. Menyambangi hidung lelakiku. Segera, di taman imajinasiku, segala yang terindah merekah. Entah di mana tiba-tiba lenyapnya gubuk-gubuk yang runduk di sepanjang tepian sungai itu. Sampah-sampah yang terapung di bawahnya pun seolah menjelma bunga seroja yang digoyang ombak kecil dari sampan-sampan yang ditambatkan. Continue reading “Kopi Senja di Negeri Siti”
