Posted by PuJa on September 29, 2008
Minggu Pagi, II Januari 2003. Marhalim Zaini Di atas pelabuhan, waktu terasa berhenti. Malam ini, setelah sekian ribu malam yang padam. Tok Bayan baru percaya pada Alan Lightman, sahabatnya dari Memphis, yang menulis dalam sebuah novelnya bahwa “Ada satu tempat di mana waktu berhenti, bandul jam hanya bergerak separuh ayunan. Anjing-anjing mengangkat moncong mereka dalam [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Nurel Javissyarqi* http://pustakapujangga.com/?p=223 Udara wengi mekar perlahan, membawakan berita dari dasar keheningan, merasakan sayap keagungan kedaton, yang digerakkan ruh suci kehidupan (VI: I). Langkah kata-kata mengikuti kehendak hembusan semerbak bayu mesrah, waktu-waktu memijarkan benang cahayanya dalam degupan cinta sesama (VI: II).
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on
Bernando J. Sujibto Bagi yang terikat Merpati pasti lebih jinak Memang bukan hanya sekedar ketepatan, ataupun ketidaksengajaan yang sia-sia belaka, jika akhirnya saya dan beberapa teman (Ira, Sukma, Imam, Roman, Lanceng, Joko, Yoso, Thendra, dan Koto) bisa bertandang ke tanah Minangkabau, khususnya di daerah Pesisir Barat pulau Sumatera, tempat Raudal TB, Indrian Koto, dan Riki [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on
Judul Buku : Tidak. Jibril Tidak Pensiun Penulis : Emha Ainun Nadjib Penerbit : Progress Cetakan : I, Juli 2007 Tebal : 244 hlm Peresensi : A. Qorib Hidayatullah* http://indonimut.blogspot.com/ Esai-esai gubahan Cak Nun panggilan akrab Emha Ainun Nadjib ini, masih survival-eksis membincang praktik ibadah keseharian umat Islam.
Filed under: Resensi
Posted by PuJa on
Membaca Surat di Bawah Gerimis : Lukman al Hakim 1 kubaca suratmu di bawah gerimis di bawah menara tinggi, di bawah angka-angka yang tertera di lingkar jamnya kubaca suratmu dengan sudut mata yang luka serupa peziarah di padang tandus yang dihunus asa sendiri untuk menyembah beribu dewa; sebab cakrawala seakan mati dan zenit mengapung di [...]
Filed under: Sajak
Posted by PuJa on
KRT. Suryanto Sastroatmodjo Dentang Alhayat yang merdu menyampaikan serunai pemahat rindu Dunia damai memasrah laku bak insan-alam berasyik-masyuk.
Filed under: Prosa
Posted by PuJa on
Koran Tempo, 27 Januari 2008 Acep Zamzam Noor pantas berbahagia. Penyair kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, ini dinobatkan sebagai peraih Khatulistiwa Literary Award 2007 untuk kategori puisi pada 18 Januari lalu. Acep meraih penghargaan itu melalui buku kumpulan puisi Menjadi Penyair Lagi (2007). Ini penghargaan kedua dalam karier kepenyairan lelaki yang bulan depan berusia 48 tahun [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on
Nurel Javissyarqi* http://pustakapujangga.com/?p=225 Bisikan hujan malam mengajakmu menari-nari membasahi seluruh tubuh, mengguyur jiwamu bersayap beku, lantas nyalakan tungku dalam kalbu (V: I). Bayu meniup api melambai, bara bergolak ke uluh hati, dan prasangka tumpah merajah prahara, menelusup ke dada, meruh ke dalam sukma (V: II).
Filed under: Puisi