Ruang Mimpi

Al-Fairish

Denting irama jarum jam dan nyanyian satwa malam seakan tak pernah berhenti. Angin malam dengan hembusan mesranya melewati celah angin-angin, menyentuhku yang sedang asyik membayangkan wajah-wajah ceria para penikmat cinta. Kemudian aku berjalan mendekati jendela dan melayangkan pandangan keluar kamar, tampak deretan pepohonan yang menjulang tinggi. Lambaian daun-daunnya seakan memanggilku dan menawarkan keindahan mahkota bunga yang sedang mekar. Rumput yang hijau memantulkan sinar melalui embun yang menempel dan terbias oleh sinar rembulan. Continue reading “Ruang Mimpi”

Mawar Putih

Anis Faridatur Rofiah

Risa masih bingung dengan apa yang akhir-akhir ini terjadi padanya. Mimpi-mimpi aneh dan berkali-kali ia menemukan mawar putih di tempat tidurnya. Ia telah bertanya pada teman-temannya sekamar, bahkan teman satu panti telah ia tanyai, namun mereka semua tidak tahu-menahu tentang mawar putih yang dimaksud Risa. Continue reading “Mawar Putih”

Kontradiksi Diskursus Poskolonial di Indonesia

Mashuri

Kisah-kisah merupakan hal terpenting di antara apa yang dikatakan oleh para penjelajah dan para novelis tentang kawasan-kawasan asing di dunia; kisah-kisah itu juga menjadi metode masyarakat yang terjajah untuk menegaskan identitas diri mereka sendiri serta eksistensi sejarahnya sendiri (Edward Said, Culture and Imperalism, hal xiii) Continue reading “Kontradiksi Diskursus Poskolonial di Indonesia”

Romo Mangun dalam Kacamata Saya yang Tebal

Bernando J. Sujibto *

SASTRA humanistik yang berakar kepada konteks kehidupan akar rumput, sebuah upaya berkesenian yang kembali kepada fitrahnya (baca: littérature engagée), meminjam istilah Jean-Paul Sartre (Paris, 21 Juni 1905 – id. 15 April 1980), sastrawan eksistensialis Prancis, akan dengan mudah ditemukan dalam diri sosok sastrawan-novelis Y.B. Mangunwijaya. Continue reading “Romo Mangun dalam Kacamata Saya yang Tebal”

Bahasa »