Puisi-Puisi Amien Wangsitalaja

HIATUS
-pesan mai

selagi masih ada ruang keberanian
biarkan
kehendak yang tak masuk akal
menaruh kepercayaan, bahwa
takkan ada pengucilan
akibat kebencian, atau
hukum manusia

selagi masih ada ruang kelembutan
biarkan
diri mengembara
menghayalkan
sebuah pertemuan, yang
mendebarkan

BIDUK

1
suatu hari
aku menghadiahi kapal mainan
berbahagialah anakku pertama
karena memiliki teman bercanda

kapal itu, kataku
tidak akan berangkat tanpa keyakinan

2
istriku meragukan
makna keceriaan anakku kedua
karena ia tertawa
setelah kapal mainan jatuh terlempar

aku ragu, kata istriku
apakah tiang layar tak bisa patah?

3
segera kusembunyikan kapal mainan
sengaja aku ingin menggoda
agar kedua anakku marah
dan istriku masam-masam cuka

hai kalian, kataku
siapkan pelampung

4
kupikir
aku seorang pelaut
dengan membeli kapal mainan
dan membincangkan laut

tanpa ombak, kataku
laut bukan laut

5
kupikir
istriku mudah berang
jika kapal mainan sering tenggelam
dan hatinya pun

kukutuk malam, katanya
kenapa orang suka berlayar

AMSAL MUSA 1

kutulis singkat cerita
dari keinginan:
doa musa
di tepi mata air madyan
harapan-harapan besar penyair
menghamili mimpi sehari-hari
rindu ini

kutulis singkat cerita
dari pertemuan:
datang dengan malu-malu
seseorang yang lebih tua
dari kakak beradik sama jelita
mungkin dengan pelita
baru disulut lepas gulita
dari rumah seadanya
yang terlanjur sunyi

kutulis singkat cerita
dari cinta:
cerita shafura kepada bapanda
tentang pemuda baik hati
dia biasa
membantu minumkan gembala
dan puteri
tak sendiri

kutulis singkat cerita
dari setia:
kerja keras membanting tulang
menyelesaikan hitungan mahar

AMSAL MUSA 2

akan kukembangkan
skandal nubuwah
yang kacau dan erotik
menyanjung dua perawan
biduan penawar mistisisme
dengan mulut lembut
dan susunan gigi yang bersusupan
membagi-bagi reportase asmara
esoteri hati musa

begini lantas suratku
jikalaulah kalian perawan syu’aib
aku yang dikejar farouq
tengah memacari kalian
dengan menambang sumur iman
tidak hanya di madyan

jikalaulah kalian perawan
jangan usir kurir kenabianku
nak menelusup
ke dasar galian

PERAWAN MENCURI TUHAN

ada perawan bersembunyi
di balik meja dan almari kayu
takutnya serupa orang perahu
yang sedang berlayar sendiri

ia perawan yang bersembunyi
di balik meja dan almari kayu
agar ibu tidak melihatnya
agar bapak tidak melihatnya
agar kakak tidak melihatnya
agar adik tidak melihatnya
agar semua tidak melihatnya
: ia tengah mencuri tuhan mereka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *