PENAMPAKAN DOA SEMALAM, XI: I- CVI

Penampakan Doa Semalam
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Penampakan Doa Semalam” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper

Nurel Javissyarqi *
http://pustakapujangga.com/?p=213

Darimu gairah meledakkan kulit dan isi, ruh hayat timur barat menggelinjak
ke dada awan merangkul ombak, ketika warna tak lagi persoalkan cahaya (XI:I). Continue reading “PENAMPAKAN DOA SEMALAM, XI: I- CVI”

“Ibu, Aku Belum Siap Engkau Bereinkarnasi Lagi!”

Dian Hartati*

Akhirnya mobil itu meninggalkan lapangan parkir yang basah. Hujan sedari pagi membasahi jalan-jalan kota yang dipenuhi guguran daun. Di dalam mobil terlihat seorang perempuan menangis dengan hening. Tak ada yang ditatapnya selain jalanan yang sepi, tangannya sibuk di belakang kemudi. Sesekali dia mengusap air mata, tak ada yang abadi pikirnya. Tak ada yang abadi selain perubahan. Continue reading ““Ibu, Aku Belum Siap Engkau Bereinkarnasi Lagi!””

BEKARYA UNTUK HIDUP LEBIH LAMA DAN MENGISI KEARIFAN DUNIA

Judul Buku: Menulis Kreatif; Kiat Cepat Menulis Puisi dan Cerpen
Pengarang: Sutedjo dan Kasnadi
Pengantar: Prof. Dr. Setya Yuwana Sudikan, M.A.
Penerbit: Nadi Pustaka
Tebal Buku: xii + 308 hlm; 14, 5 x 20, 5 cm
Peresensi : Imamuddin SA

Melangkah itu indah, berpikir itu merajut dzikir, berkarya itu melukis pesona. Dan menulis kreatif adalah salah satu upaya untuk melukis pesona itu. Sebuah pesona kepenulisan yang sering kali kita abaikan. Padahal Dr. penebekker pernah mengingatkan bahwa menulis itu adalah obat kesehatan. Continue reading “BEKARYA UNTUK HIDUP LEBIH LAMA DAN MENGISI KEARIFAN DUNIA”

Jaring Batu

Marhalim Zaini
Cerpen CWI 2006, dalam Antologi Lok Tong

“Betul-betul makan sumpah jaring batu ini, Cuih!” Ludahnya bau pahit kesumat. Tiap hari, bahkan tiap saat. Tiap ia teringat kepala kekasihnya tergolek bagai sebongkah kelapa, teregok-egok dalam gelombang laut Selat Melaka, teregok-egok pula dalam pasang air matanya. Entah telah berapa gantang ludah untuk menyumpah-nyumpah yang tumpah dari mulutnya, di sepanjang beting, sepanjang tepian pantai abrasi, sepanjang hari-hari sesenyap mati. Continue reading “Jaring Batu”

Jalan Simpang Kritik Sastra di Jawa Timur (Juga Indonesia)

Mashuri

“Seorang kritikus sastra adalah seorang sastrawan yang gagal,” demikian pernyataan seorang pesastra Surabaya yang menjadi moderator dalam sebuah bedah buku di TB Gramedia, Delta Plaza, beberapa waktu lalu. Pernyataan itu menerbitkan sebuah tanya sekaligus renungan yang dalam. Apalagi ‘ekologi’ sastra di Jawa Timur terbilang timpang, di mana porsi produk karya tak seimbang dengan kritik sastra. Continue reading “Jalan Simpang Kritik Sastra di Jawa Timur (Juga Indonesia)”

Bahasa »