SEKUNTUM BUNGA REVOLUSI, X: I- XCI

Sekuntum Bunga Revolusi
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Sekuntum Bunga Revolusi” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper

Nurel Javissyarqi *
http://pustakapujangga.com/?p=215

Sebelum jauh tulisan ini melangkah, ingin menyapamu terlebih dulu;
apakah mimpi perlahan mulai sirna, oleh sorot matahari menempa jiwa,
entah masih ada, malam-malam lembut terjaga alunan sejati rasa (X: I). Continue reading “SEKUNTUM BUNGA REVOLUSI, X: I- XCI”

Lembah Kunang-kunang

Dian Hartati*

1. Nyanyian Alam di Suatu Sore
Sebuah perjalanan. Keberangkatan yang tak pernah direncanakan sebelumnya. Kepergian selalu dimulai petang hari. Tepat ketika matahari memutuskan diri untuk pulang setelah seharian menyinari bumi purba. Tak banyak perbekalan, tas punggung berwarna senja hanya berisikan sebotol air dan satu buah apel segar. Tak ada lagi yang dibawa selain satu senter kecil, korek api, sebuah peta lusuh, dan sebuah syal berwarna putih. Continue reading “Lembah Kunang-kunang”

PELATARAN BUDI

KRT. Suryanto Sastroatmodjo

Masa telah makin memanjang, semenjak manusia gemar berakrab dengan binatang. Sepertinya torehan di dada pengembara, jika aku menyentil soal ini. Karena manusia acapkali harus berkiprah tentang muara-muara keberuntungannya, sebelum dia secara telanjang mengetuk pintu dapur rumahnya sendiri, untuk berhutang garam sesendok. Continue reading “PELATARAN BUDI”

Bahasa »