Pemberdayaan Sastra Indonesia

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

Sastra dalam pelajaran kesusastraan ketika saya masih belajar di sekolah menengah, didefiniskan lewat padan katanya. Karena sastra berarti tulisan, maka kesusatraan adalah segala tulisan yang indah. Yang kemudian langsung menjadi khazanah sastra adalah buku-buku karya fiksi dan puisi.

Tetapi sampai kepada istilah sastra lisan, pengertian tersebut menjadi sedikit bingung. Secara harfiah, sastra lisan berarti tulisan yang diucapkan. Mesti ada wujud tulisannya dulu, agar bisa diucapkan. Continue reading “Pemberdayaan Sastra Indonesia”

Surat Kawan Kepada Para Pengarang

S. Jai
http://ahmad-sujai.blogspot.com/

KAWAN,
Bersiaplah bagi kita, pengarang untuk menggali kuburan sendiri! Lebih dari itu, nikmati kepedihan menyaksikan karya terbaik bakal menemui ajal karena dibakar di tungku api!

Pesan ini bukan cuma icapan jempol, bila Rancangan Undang-Undang Tentang Pornografi lolos diundangkan. Bukan berlebihan bila keadaan luar biasa mengerikan ini, sebanding dengan saat gaya absurditas novel dan drama berjaya di Perancis berkat pemantik tragedi perang dunia kedua. Continue reading “Surat Kawan Kepada Para Pengarang”

POLITIK BUNGLON

Maman S. Mahayana *

Siapa yang tak mengenal bunglon; makhluk sebangsa bengkarung yang piawai menyesuaikan diri dengan alam di sekelilingnya? Binatang melata berdarah dingin yang termasuk ordo lacertilia ini, tentu saja berbeda dengan kutu loncat, ngengat– sang koruptor atau kutu busuk, musuh dalam selimut si pengisap darah. Continue reading “POLITIK BUNGLON”

Risiko Kritik(us)

Aminudin TH Siregar
http://kompas-cetak/

Tulisan Bre Redana dan Afrizal Malna yang dimuat dalam harian ini (Kompas, 6 Mei 2007) sama-sama mempermasalahkan peran dan fungsi kritik(us) seni atau boleh dibilang keduanya tengah mempertanyakan kemerosotan “aura” (pamor) kritik seni. Menurut Bre, dibalik agresivitas pasar mengonsumsi karya-karya seni rupa kontemporer, diam-diam posisi kritikus jadi dilematis. Bre curiga, pasar sesungguhnya tidak membutuhkan acuan dari seorang kritikus, sebab pasar sanggup berjalan dengan logikanya sendiri. Continue reading “Risiko Kritik(us)”

Bahasa ยป