Kritik

Arie MP Tamba
jurnalnasional.com

Sebagai seorang pembaca karya sastra, saya mempercayai apa yang dikatakan Jauss yang kemudian lebih dikenal sebagai paham teori resepsi, bahwa karya sastra bukanlah sebuah obyek yang berdiri sendirian dan menawarkan wajah yang sama kepada setiap pembaca dalam setiap periode. Sebab, lanjut Iser (temannya Jauss), setiap pembaca selalu berpartisipasi aktif dalam pembacaannya, sesuai cakrawala harapan atau pengetahuan kesusastraannya masing-masing. Continue reading “Kritik”

Epik dan Lirik yang Panjang Umur

Asarpin
lampungpost.com

Biasanya saya akan menjawab agak ragu: Dengan seluruh tubuhnya. Ototnya menarik denyut pikiran, bulu pada dagingnya mengernyitkan denyar rasa yang menukik di kedalaman, otaknya bekerja merangsang bibir, gigi, lidah menggiring darah. Darah pada jantungnya memompa mesin perasaan, paru-parunya menapaskan atau mengembuskan. Maka jadilah puisi. Dan kena sentuh puisi Iswadi, maka bahasa membatu dan selanjutnya ia tamat sebagai bahasa; ia menjelma sajak. Continue reading “Epik dan Lirik yang Panjang Umur”

Pohon

Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/

Di sebagian bukit Pasir Tengah di atas Sarongge, hutan jadi monoton. Pohon-pohon kayu putih menguasai area. Batang mereka yang lurus menjulang bisa sampai 15 meter, berjajar rapi, ma?sing-masing dengan kulit yang seakan-akan jangat yang telanjang dan di sana-sini terkelupas. Continue reading “Pohon”

Budaya Melayu dan Otonomi Daerah

Abdul Malik

batampos.co.id

Kebudayaan Melayu merupakan salah satu kebudayaan yang relatif tua. Persebaran dan pengaruhnya meliputi wilayah di antara Pulau-Pulau Madagaskar di sebelah barat sampai dengan Pulau Pas di sebelah timur, dan dari Formosa di sebelah utara sampai dengan Selandia Baru di sebelah selatan. Oleh sebab itu, kedudukan kebudayaan Melayu di Indonesia ini menjadi sangat penting dan menjadi salah satu kebudayaan utama yang memberikan kontribusinya dalam pengembangan kebudayaan nasional Indonesia. Continue reading “Budaya Melayu dan Otonomi Daerah”

Sastra Pun Berdiaspora

Ilham Khoiri, Budi Suwarna
kompas.com

Lama sudah sastra menempati ruang sakral milik kalangan elite sastrawan yang menulis bak empu menempa keris. Ketika teknologi informasi kian canggih dan medan sosial makin terbuka, kini dunia penulisan mencair dan mengalami “booming”. Semua orang seperti keranjingan menulis, komunitas sastra bermunculan, buku-buku terbit, dan internet diramaikan puisi atau cerpen. Continue reading “Sastra Pun Berdiaspora”

Bahasa ยป