Rasa Musik

Zuarman Ahmad
http://www.riaupos.com/

SUATU hari saya masuk ke dalam studio tari menyaksikan para penari latihan. Lama sekali saya termenung menyaksikan mereka latihan menari. ?Tari ?kita? tetap seperti dahulu juga, itu ke itu juga, tidak pernah berubah,? kata-kata saya dalam hati. Continue reading “Rasa Musik”

Sastra Sejarah: Sastra dan Sejarah

Marhalim Zaini
riaupos.com

ADA persepsi yang seolah melekat-kuat di tubuh dunia Melayu, seolah identik, seolah bersebati, bahkan ia (kerap) menjadi sentral, ketika sistem sosio-politik feodalisme kerajaan, kita suguhkan dalam sebuah ruang perbincangan. Banyak sudah para ahli, juga para pengarang, dari zaman ke zaman merespon, menelaah, menggali berbagai materi dari berbagai perspektif. Continue reading “Sastra Sejarah: Sastra dan Sejarah”

Dicari: Pengamat Sastra yang “Banal”!

Menelaah Sastra Kontemporer Kita

Sihar Ramses Simatupang
sinarharapan.co.id

Siapakah pengamat yang menggali nama pengarang di luar kubu Humanisme Universal, di luar nama Goenawan Mohammad, Taufiq Ismail, Wiratmo Soekito, Gerson Poyk atau HB Jassin “termasuk Chairil Anwar” Siapakah yang menggali kekuatan sastra, tentu selain nama Pramoedya Ananta Toer, Agam Wispi atau Utuy Tatang Sontani di kubu Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra)? Sudah banyak! Continue reading “Dicari: Pengamat Sastra yang “Banal”!”

Sastra dan Perubahan Sosial

Andaru Ratnasari
http://www.surabayapost.co.id/

26 November 2008 lalu, HU Mardi Luhung, penyair Gresik, di hadapan mahasiswa Sastra Indonesia Unesa dalam mata kuliah Proses Kreatif mengaku terheran sendiri dengan puisi yang diciptakan. Salah satu puisinya menggambarkan Bawean. Setelah dimuat di koran nasional barulah dia berjalan-jalan ke Bawean. Maka ia seperti melihat puisi yang ditulisnya. Padahal, Henry (Panggilan Mardi Luhung) belum pernah menginjak kakinya di Bawean. Continue reading “Sastra dan Perubahan Sosial”

2009

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

Di koran muncul kabar buruk tentang 2009.

?Bencana dahsyat bisa menimpa Indonesia. Kawasan Asia-Pasifik menghadapi era mala petaka dalam skala besar yang bisa menewaskan
sampai satu juta orang pada satu waktu. Sabuk Himalaya, China, Filipina, Indonesia, mempunyai resiko yang paling besar, menurut laporan ilmiah dari badan pemerintah Geoscience Australia. Gempa bumi, angin topan, letusan gunung dan tsunami akan menyerbu wilayah yang berpenduduk padat ? Continue reading “2009”

Bahasa ยป