Posted by PuJa on March 31, 2009
Heri Ruslan http://www.republika.co.id/ Imam Ahmad bin Hanbal adalah seorang ulama dan intelektual Muslim terpenting dalam sejarah peradaban Islam. Umat Islam di Indonesia biasa menyebutnya Imam Hambali. Sosok ahli fikih pendiri Mazhab Hambali itu begitu populer dan legendaris. Namun, ulama yang hafal satu juta hadis dan selalu tampil bersahaja itu tak pernah ingin apalagi merasa dirinya [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on
Aguslia Hidayah http://www.tempointeractive.com/ Jakarta:Apa salah Sarimin? Ia hanya menemukan kartu tanda penduduk di tengah perjalanannya. Tukang topeng monyet keliling itu menemukannya saat melintas di kawasan Taman Lawang. Namun, ia malah dituduh mencuri dompet. Masalah semakin pelik manakala kartu identitas tersebut ternyata milik seorang hakim agung.
Filed under: Canting
Posted by PuJa on
Pentas Monolog Butet Kartaredjasa Yuyuk Sugarman http://www.sinarharapan.co.id/ YOGYAKARTA – Kartu Tanda Penduduk (KTP) bukan persoalan yang gampang. Menemukan KTP orang yang tercecer di jalan pun bisa menjadikan buntung. Persoalan itulah yang diangkat Butet Kartaredjasa dalam monolog “Sarimin” karya Agus Noor yang dipentaskan di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, 14 s/d 18 November, [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on
Rahmah Maulidia* http://www.jawapos.com/ Salah satu tujuan pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah tercapainya manusia Indonesia seutuhnya. Tujuan ini telah menjadi acuan utama bagi setiap proses pendidikan di Tanah Air. Namun sayangnya, konsep manusia Indonesia seutuhnya saat ini kian ”absurd” di tengah dominasi SDM asing yang merajalela. Indikasi [...]
Filed under: Resensi
Posted by PuJa on March 30, 2009
Ilenk Rembulan http://kompas.co.id/ Dengan cover yang menawan, sudah bisa ditebak, aroma puisi seperti apa yang tersaji di dalamnya. Sentuhan kelembutan feminis mencerminkan hati penyair yang bagi sebagian teman perempuan yang kukenal dengan bisik-bisik katanya suka merayu dengan puisinya. Buku kumpulan puisi Johanes Sugianto ini terdiri dari 86 puisi. Tidak dibagi dalam beberapa bab, atau semacam [...]
Filed under: Resensi
Posted by PuJa on
Agus Noor http://cetak.kompas.com/ Kuceritakan apa yang kulihat. Tapi kalian mengatakan aku dusta, karena aku buta. Aku memang tak punya mata. Namun berapa kali mesti kukatakan pada kalian, betapa aku bisa melihat langit yang hijau lembut dan halus seperti permukaan agar-agar. Aku bisa melihat pepohonan yang ungu, daun-daunnya yang kemerahan, butiran hujan yang bening keemasan hingga [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Weni Suryandari http://www.kompas.com/ Surti menatap nanar setiap kendaraan yang lewat. Sesekali ia melambaikan tangannya pada setiap sopir, namun malam itu tak satupun sopir kendaraan berhenti. Ia sudah lelah dan mengantuk. Uang di sakunya hanya tinggal beberapa puluh ribu lagi, berarti ia harus mencari uang lagi untuk melunasi hutang biaya rumah sakit perawatan emaknya yang meninggal [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
(Catatan tambahan atas tulisan Nur Zain Hae, Agus Noor, dan Edy A. Effendi) Maman S. Mahayana http://mahayana-mahadewa.com/ Tugas utama juri adalah menilai, memilih, dan memutuskan. Dalam proses menilai dan memilih, ia memanfaatkan wawasan dan profesionalitasnya. Dan dalam memutuskan, ia mempertaruhkan otoritasnya. Oleh karena itu, keputusan juri berhubungan dengan masalah moral dan etik. Moral berkaitan dengan [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Hudan Hidayat http://hudanhidayat.multiply.com/ BELAKANGAN ini, pada banyak kesempatan saya kerap mengutarakan kegelisahan seputar menghilangnya ‘tokoh’ dalam cerpen kita. Dan saya yakin, bahwa tak banyak ditemukannya ‘tokoh-tokoh yang otentik’ dalam cerpen terkini bukanlah semata persoalan keterbatasan ruang penceritaan. Ketika Sunaryono Basuki KS menegaskan bahwa characterless short story adalah tak mungkin, maka di sanalah sebenarnya persolan itu [...]
Filed under: Esai