Sarimin Bersalah

Aguslia Hidayah
http://www.tempointeractive.com/

Jakarta:Apa salah Sarimin? Ia hanya menemukan kartu tanda penduduk di tengah perjalanannya. Tukang topeng monyet keliling itu menemukannya saat melintas di kawasan Taman Lawang. Namun, ia malah dituduh mencuri dompet. Masalah semakin pelik manakala kartu identitas tersebut ternyata milik seorang hakim agung. Continue reading “Sarimin Bersalah”

Sarimin Maunya Jujur Malah “Ajur”

Pentas Monolog Butet Kartaredjasa

Yuyuk Sugarman
sinarharapan.co.id

YOGYAKARTA? Kartu Tanda Penduduk (KTP) bukan persoalan yang gampang. Menemukan KTP orang yang tercecer di jalan pun bisa menjadikan buntung.

Persoalan itulah yang diangkat Butet Kartaredjasa dalam monolog “Sarimin” karya Agus Noor yang dipentaskan di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, 14 s/d 18 November, pukul 20.00 WIB. Penampilan Butet ini merupakan bagian dari Art Summit Indonesia V 2007. Continue reading “Sarimin Maunya Jujur Malah “Ajur””

Cermin Manusia Seutuhnya

Rahmah Maulidia*
http://www.jawapos.com/

Salah satu tujuan pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah tercapainya manusia Indonesia seutuhnya. Tujuan ini telah menjadi acuan utama bagi setiap proses pendidikan di Tanah Air. Namun sayangnya, konsep manusia Indonesia seutuhnya saat ini kian ”absurd” di tengah dominasi SDM asing yang merajalela. Indikasi yang terlihat nyata adalah HDI (Human Development Index) manusia Indonesia semakin merosot dari tahun ke tahun. Continue reading “Cermin Manusia Seutuhnya”

Kelembutan di Lengkung Alis Matamu

Ilenk Rembulan
http://kompas.co.id/

Dengan cover yang menawan, sudah bisa ditebak, aroma puisi seperti apa yang tersaji di dalamnya. Sentuhan kelembutan feminis mencerminkan hati penyair yang bagi sebagian teman perempuan yang kukenal dengan bisik-bisik katanya suka merayu dengan puisinya.

Buku kumpulan puisi Johanes Sugianto ini terdiri dari 86 puisi. Tidak dibagi dalam beberapa bab, atau semacam frase, kesemuanya di tulisnya langsung. Luar biasa, sajak-sajak itu diramunya selama tahun 2006, betapa produktifnya penyair ini. Continue reading “Kelembutan di Lengkung Alis Matamu”

Mawar di Tiang Gantungan

Agus Noor
cetak.kompas.com

Kuceritakan apa yang kulihat. Tapi kalian mengatakan aku dusta, karena aku buta. Aku memang tak punya mata. Namun berapa kali mesti kukatakan pada kalian, betapa aku bisa melihat langit yang hijau lembut dan halus seperti permukaan agar-agar. Aku bisa melihat pepohonan yang ungu, daun-daunnya yang kemerahan, butiran hujan yang bening keemasan hingga segalanya jadi tampak megah bekilauan setiap kali ia ditumpahkan. Bisa kulihat hamparan rumput yang biru bagai beludru, gugusan awan merah muda, bayang-bayang yang putih dan memanjang, juga angin yang pucat kelabu. Continue reading “Mawar di Tiang Gantungan”

Bahasa ยป