Taufiq Ismail Bangun Rumah Puisi

Yurnaldi
http://www.kompas.com/

JAKARTA, RABU – Hajatan majalah sastra Horison memperingati 55 tahun Taufiq Ismail dalam sastra Indonesia, yang Rabu (14/5) kemarin ditandai dengan peluncuran empat buku Mengakar ke Bumi Menggapai ke Langit, di Aula Mahkamah Konstitusi, Jakarta, mendapat sambutan luas berbagai kalangan. Apalagi, hasil penjualan seluruh buku akan disumbangkan untuk pembangunan Rumah Puisi, yang digagas Taufiq Ismail. Continue reading “Taufiq Ismail Bangun Rumah Puisi”

Buku-buku Paling Dikecam

Mohamad Ali Hisyam
http://www.padangekspres.co.id/

Asosiasi Perpustakaan Amerika belum lama ini mengadakan polling seputar buku-buku yang paling dikecam di abad 21. Hasilnya cukup mencengangkan. Betapa tidak, buku serial Harry Potter karangan JK Rowling berada di urutan terdepan di kategori ini. Salah satu buku terlaris sepanjang sejarah ini dianggap banyak orang, terutama para orang tua, tidak pantas dibaca mengingat di dalamnya mengajarkan ilmu sihir pada anak-anak. Continue reading “Buku-buku Paling Dikecam”

50 Tahun Taufiq Ismail Bersastra, Penjaga Moral Sastra yang Teguh

Rakhmat Giryadi, Ary Nugraheni
surabayapost.co.id

Dengan puisi aku bernyanyi
Sampai senja umurku nanti
Dengan puisi aku bercinta
Di batas cakrawala

Penggalan bait puisi Dengan Puisi Aku yang dinyanyikan grup Bimbo tahun 70-an itu terasa sekali sebagai kredo Taufiq Ismail untuk meneguhkan dirinya sebagai penyair sampai akhir hayatnya. Jarang sekali seniman yang berpendirian seperti ini. Selama 50 tahun sudah, Taufiq telah meneguhkan sikapnya itu untuk tetap bersyair. Continue reading “50 Tahun Taufiq Ismail Bersastra, Penjaga Moral Sastra yang Teguh”

Kemerdekaan bagi Orang Desa

Gerry Setiawan
http://www.korantempo.com/

Awal era reformasi, Taufik Ismail dalam puisi paling pendeknya berjudul Merdeka (1998) menulis begini: Merdeka! /Belum/.

Lima tahun setelah reformasi bergulir, Taufik Ismail kembali mempertegas tema merdeka melalui puisi berjudul Aku Malu Menatap Wajah Saudaraku Petani (2003). Napas puisi Taufik Ismail ini menjadi ajang pencerahan bersama, di tengah kesibukan seremonial Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-63 tahun ini. Continue reading “Kemerdekaan bagi Orang Desa”

Bahasa ยป