KAFE DAN SALJU

Hudan Hidayat
http://www.infoanda.com/

Perjalanan Paris-Barcelona kami tempuh dengan kereta api. Kami berangkat malam hari dan sampai di kompartemen aku langsung tertidur. Aku terbangun ketika tidurku sudah cukup. Saat membuka gorden aku merasa seolah dalam peta buta. Kotakah itu? Atau desa? Gelap malam membuat benda di luar kereta jadi gundukan hitam, meski lampu jalanan berusaha menembusnya. Continue reading “KAFE DAN SALJU”

Penulisan Feminin dan Maskulin

Daya Hidup, Seks, dan Narasi Kematian dalam Semangat Tubuh

Mariana Amiruddin *
kompas.com

APA lagi yang dapat kita temukan dalam karya penulisan? Setelah deretan pujangga mencoba menyihir manusia membuat kategori mana yang indah dan mana yang tidak, lahir kemudian penulisan menara gading versus pinggiran, seks versus moral, sastra-wangi versus sastra-bau. Lalu apa yang dapat kita nikmati dari penciptaan kategori? Continue reading “Penulisan Feminin dan Maskulin”

Perlukah Perdebatan “Popular Culture” vs “High Culture”

Rebeka Harsono
sinarharapan.co.id

Akhir-akhir ini kata-kata cultural studies seperti menjadi coin yang beredar begitu lakunya di dalam diskusi-diskusi mahasiswa dan perkuliahan. Umumnya mereka merespons industri hiburan Amerika, yang dikenal sebagai negeri asal popular culture. Tetapi ada kecenderungan orang terperangkap dalam perdebatan, apakah karya-karya sastra film atau cerpen yang dihasilkan di Tanah Air seharusnya menggunakan standar popular culture-nya Indonesia atau Timur, atau kalau bisa mampu berkompetisi dengan kebudayaan Ba-rat yang selama ini dikenal sebagai high culture (lebih sophisticated). Continue reading “Perlukah Perdebatan “Popular Culture” vs “High Culture””

Taufiq Ismail Ajak Bangsa Indonesia Perangi “GSM”

Endang Kusumastuti
suarakarya-online.com

Budayawan Taufiq Ismail mengajak bangsa Indonesia memerangi “gerakan syahwat merdeka” (GSM). Gerakan ini tidak berorganisasi resmi, tapi bekerja sama bahu-membahu melalui jaringan mendunia dengan kapital raksasa yang mendanainya, ideologi gabungan yang melandasinya, dan media cetak serta elektronik yang menjadi pengeras suaranya. Continue reading “Taufiq Ismail Ajak Bangsa Indonesia Perangi “GSM””

Dengan Puisi Dia Mengubah

Ary Nugraheni
surabayapost.co.id

Itulah salah satu bait puisi karya sastrawan ternama Taufiq Ismail bertajuk ‘Kembalikan Indonesia Padaku’. Berkat konsistensinya menjadi satu-satunya sastrawan yang banyak menyimpan perhatian untuk Indonesia, maka belum lama ini di Jakarta sosok Taufik dihadiahi dengan konser bertajuk ‘A Tribute To Taufik Ismail’ oleh beberapa musisi ternama di Indonesia dari berbagai generasi. Mulai Bimbo, Dwiki Dharmawan, Ita Purnamasari, Krisdayanti, Maliq and D’Essential, dan Dea Imut. Continue reading “Dengan Puisi Dia Mengubah”

Bahasa ยป